Persebaya Surabaya Punya Opsi Baru di Belakang, Gustavo Fernandes Langsung Diuji

Reporter : B. Wibowo
Gustavo Fernandes (Foto: Istimewa)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Kepergian Dime Dimov tak hanya meninggalkan lubang di lini pertahanan Persebaya Surabaya, tetapi juga membuka ruang persaingan baru. Dari situ, satu nama mulai muncul ke permukaan: Gustavo Fernandes. Bukan sebagai pengganti instan, melainkan sebagai potongan penting dalam proses pembentukan ulang tembok Green Force.

Persebaya sejatinya tidak memulai dari nol. Risto Mitrevski dan Leo Lelis masih menjadi fondasi utama di jantung pertahanan. Namun masuknya Gustavo memberi warna berbeda—opsi segar yang langsung diuji dalam laga berintensitas tinggi kontra Bali United, Sabtu (7/2).

Tanpa banyak adaptasi, bek asal Brasil itu langsung dilempar ke situasi panas. Masuk sebagai pemain pengganti, Gustavo harus membaca tempo pertandingan yang sudah berjalan cepat. Ia menjawab tantangan itu dengan permainan disiplin dan keberanian dalam duel, membantu Persebaya mengamankan kemenangan 3-1 di kandang lawan.

Bagi Gustavo, laga debut tersebut bukan sekadar penampilan perdana, tetapi juga pengenalan langsung terhadap kerasnya atmosfer kompetisi. Riuh stadion dan tekanan laga besar justru menjadi pemantik semangatnya.

“Merupakan kebahagiaan yang besar dapat debut dalam pertandingan hari ini, dan kebahagiaan yang lebih besar lagi dapat pulang dengan kemenangan. Saya sudah merindukan suasana ini dan berada di lapangan membantu tim,” ujarnya.

Dipercaya menggantikan Malik Risaldi, Gustavo langsung berkolaborasi dengan Leo Lelis dan Risto Mitrevski. Tiga bek ini mampu meredam gelombang serangan Bali United, terutama pada momen-momen krusial babak kedua ketika tuan rumah mencoba bangkit.

Catatan statistiknya menunjukkan kontribusi nyata. Satu blok, delapan sapuan, dan empat intersep menjadi bukti bahwa Gustavo hadir sebagai pemutus alur serangan lawan—peran penting yang dibutuhkan Persebaya di laga-laga ketat.

Meski demikian, debut ini juga memperlihatkan sisi yang masih perlu diasah. Akurasi umpan Gustavo tercatat belum ideal. Data Sofascore menunjukkan akurasi passing-nya berada di angka 36 persen, dengan distribusi bola ke area lawan yang belum efektif.

Catatan tersebut menjadi tantangan tersendiri, mengingat Persebaya menuntut bek tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga cakap membangun serangan dari belakang. Konsistensi dan kualitas distribusi bola akan menjadi penentu apakah Gustavo mampu naik dari pelapis menjadi pilihan utama.

Gustavo sendiri memilih tak larut dalam pujian. Ia memahami debut hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang musim ini.

“Kini, saatnya untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan dan berusaha untuk terus berkembang setiap hari,” ucapnya.

Laga berikutnya melawan Bhayangkara FC akan menjadi ujian lanjutan. Bagi Persebaya, kehadiran Gustavo bukan soal siapa yang menggantikan siapa, melainkan bagaimana lini belakang Green Force terus berevolusi untuk menjaga asa di papan atas.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru