APBD Surabaya 2026 Tembus Rp12,6 T, DPRD Surabaya Kawal Beasiswa hingga Fasilitas Lansia

Reporter : Adji
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar'ah saat menggelar Reses di jalan Asem Bagus (Adji/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar'ah, menyampaikan lonjakan signifikan kuota beasiswa dan perubahan besar skema bantuan pendidikan dalam APBD Surabaya 2026 yang menembus angka Rp.12,6 triliun.

Dalam Reses Masa Persidangan ke-2 di Balai RW 02 Jalan Asem Bagus, Selasa,10 Februari 2026, dr. Zuhrotul mengungkapkan, Pemkot Surabaya mengalokasikan minimal 20 persen atau sekitar Rp.2,5 triliun khusus untuk sektor pendidikan guna menjamin pemerataan kualitas SDM.

Poin paling krusial dalam anggaran tahun ini adalah perubahan sistem penyaluran beasiswa SMA Swasta.

Berkaca pada evaluasi tahun 2025 di mana banyak ijazah tertahan akibat dana bantuan disalahgunakan oknum wali murid, pemerintah kini merombak total skema penyaluran.

"Dana bantuan Rp350.000 kini langsung ditransfer ke rekening sekolah, bukan lagi rekening wali murid. Kita pastikan hak pendidikan anak tidak lagi terhambat masalah administrasi atau penyalahgunaan dana," papar dr. Zuhrotul.

Kabar gembira juga menyasar lulusan SMA yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Dr. Zuhrotul mengungkapkan kenaikan kuota beasiswa yang sangat drastis, yakni dari hanya 500 kuota pada tahun lalu menjadi 4.000 kuota pada tahun 2026.

Untuk mendukung lonjakan kuota ini, Pemkot Surabaya telah menjalin kerja sama dengan 19 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sehingga akses pendidikan tinggi tidak lagi hanya bertumpu pada kampus negeri.

Selain kabar positif, dr. Zuhrotul juga memberi peringatan keras terkait laporan adanya tarikan "dana partisipasi" di sekolah negeri yang mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2,7 juta. Ia meminta pihak sekolah tetap memiliki empati terhadap warga tidak mampu.

Di sisi lain, anggota legislatif ini juga menyerap aspirasi warga terkait kesehatan dan kesejahteraan sosial, yang meliputi usulan pengadaan alat tensi untuk kunjungan rumah.
Selain itu, kesejahteraan Lansia: Permintaan dukungan konsumsi (pada kegiatan rutin lansia.

"Aspirasi mengenai alat kesehatan kader dan dukungan lansia ini akan segera kami koordinasikan dengan dinas terkait agar segera terealisasi," pungkas dr.Zuhrotul Mar'ah

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru