Jalan Berlubang di Surabaya Ditarget Cepat Tertangani, Anggaran Rp40 Miliar Disiapkan

Reporter : B. Wibowo
Petugas melakukan perbaikan jalan berlubang di Surabaya (Foto: Humas)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kota Surabaya memacu perbaikan jalan berlubang dengan pola kerja cepat. Sebanyak sembilan tim satuan tugas (satgas) dikerahkan setiap hari, menghabiskan hingga 60 ton aspal hotmix demi memastikan kerusakan jalan tak berlarut-larut dan membahayakan pengguna.

Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya mobilitas warga serta potensi kerusakan jalan akibat cuaca ekstrem. Pemkot ingin memastikan laporan warga tak menumpuk dan kerusakan tak melebar.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi, Sabtu, menegaskan percepatan perbaikan jalan tetap menjadi prioritas utama.

“Di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) juga ada tim satgas khusus perbaikan jalan, seperti halnya satgas drainase. Jadi setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak cepat tanpa menunggu lama,” ujarnya.

Sembilan tim tersebut dibagi ke dalam lima rayon dan setiap hari berkeliling memantau kondisi jalan di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Begitu menemukan lubang atau menerima laporan, perbaikan langsung dilakukan.

“Kalau ada jalan berlubang dilaporkan, langsung ditindaklanjuti. Ini untuk percepatan supaya aktivitas masyarakat tidak terlalu lama terganggu,” katanya.

Tak hanya mengandalkan patroli rutin, satgas juga aktif menyisir laporan dari berbagai kanal resmi Pemkot Surabaya. Bahkan, informasi yang berkembang di masyarakat turut dipantau sebagai bahan tindak lanjut.

“Satgas tidak hanya menunggu laporan, tapi juga memantau informasi yang berkembang,” tambahnya.

Dari sisi pembiayaan, Pemkot memastikan anggaran pemeliharaan rutin jalan tahun ini dalam kondisi aman. Alokasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp40 miliar, relatif sama dengan tahun sebelumnya.

“Sekitar Rp40 miliar, hampir sama dengan tahun kemarin. Jadi selain pembangunan jalan, ada juga pemeliharaan rutin,” jelas Syamsul.

Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah menegaskan respons lapangan dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu batas waktu 1x24 jam.

“Begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Dengan skema kerja berbasis rayon dan dukungan pasokan aspal hingga 60 ton per hari, Pemkot Surabaya menargetkan tak ada lagi jalan berlubang yang dibiarkan terlalu lama. Kecepatan menjadi kunci, demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru