Blora, MEMANGGIL.CO - Ancaman kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Blora mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, kalangan legislatif dan dunia usaha juga mulai bergerak untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, H. Abdullah Aminudin, menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Blora untuk menyiapkan bantuan sebanyak 100 tangki air bersih. Bantuan tersebut direncanakan didistribusikan ke desa-desa yang terdampak kekeringan di seluruh Kabupaten Blora.

Langkah tersebut disampaikan pada Jumat (7/8/2026). Program itu menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang setiap musim kemarau harus menghadapi krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami menyiapkan 100 tangki air bersih," kata Aminudin.

Menurutnya, distribusi bantuan tidak berhenti pada angka tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, maupun para dermawan untuk ikut bergabung sehingga jumlah bantuan dapat terus bertambah.

"Kami membuka bantuan dari teman-teman melalui Apindo," ujarnya.

Ia berharap gerakan gotong royong tersebut mampu meningkatkan jumlah bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat.

"Dari 100 tangki mudah-mudahan bisa berkembang menjadi 200 tangki," ucapnya.

Aminudin menegaskan seluruh bantuan nantinya diprioritaskan untuk desa-desa yang benar-benar mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

"Targetnya bisa menjangkau seluruh Kabupaten Blora," katanya.

Kabupaten Blora sendiri menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang hampir setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan. Ketika curah hujan menurun, sejumlah desa mengalami krisis air bersih sehingga warga bergantung pada distribusi air menggunakan mobil tangki.

Data penanganan kekeringan pada tahun sebelumnya menunjukkan ratusan ribu warga di 196 desa yang tersebar di 16 kecamatan sempat menerima bantuan air bersih. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa persoalan kekeringan masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

Karena itu, Aminudin berharap gerakan kemanusiaan yang diinisiasi bersama Apindo Blora dapat menjadi pemantik lahirnya kepedulian dari berbagai pihak.

"Mohon doa restunya agar gerakan ini berjalan lancar," katanya.

"Semoga selamat, tidak ada halangan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Blora," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap program bantuan air bersih tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk membantu warga melewati musim kemarau.

Melalui sinergi tersebut, distribusi air bersih diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga musim hujan kembali tiba.