Blora, MEMANGGIL.CO - Waduk Greneng di Dukuh Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, kembali memakan korban jiwa. Seorang pelajar berusia 14 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat mencari ikan bersama rekan-rekannya pada Rabu (5/8/2026) malam.

Korban diketahui bernama Sayful Ahmad Gozali (14), warga Dukuh Karangkembang, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Jasad korban berhasil ditemukan sekitar satu jam setelah dilaporkan tenggelam.

Kapolsek Tunjungan, AKP Subiyono, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya seorang anak yang tenggelam di Waduk Greneng sekitar pukul 21.15 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Tunjungan langsung menuju lokasi bersama warga untuk melakukan pencarian.

"Begitu menerima laporan, anggota kami segera menuju lokasi bersama warga. Pencarian dilakukan menggunakan jaring atau alat pencari ikan milik warga, dan sekitar satu jam kemudian korban berhasil ditemukan serta dievakuasi ke darat," ujar AKP Subiyono.

Berdasarkan hasil penyelidikan di lokasi, peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 WIB saat korban bersama tiga temannya, yakni Ahmad Sofian Alfazahri, Yoga, dan Aing, berangkat menuju Waduk Greneng untuk mencari ikan.

Sekitar pukul 20.20 WIB, keempat remaja itu mulai menyusuri bibir waduk dengan berjalan kaki sambil mencari ikan di tepian perairan.

Saat berada di lokasi kejadian, korban berniat menjaring ikan yang berada di pinggir waduk. Namun, bibir waduk yang terbuat dari beton dalam kondisi licin membuat korban terpeleset hingga terjatuh ke dalam waduk.

Korban yang diketahui tidak dapat berenang langsung tenggelam. Salah seorang temannya, Ahmad Sofian, berusaha memberikan pertolongan dengan berenang dan mendorong tubuh korban ke arah tepian. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena tenaga saksi mulai habis.

Dua rekan korban lainnya kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Tak lama berselang, dua warga yang berada tidak jauh dari lokasi datang membantu.

Salah satu warga segera mencari batang bambu untuk menolong saksi yang hampir ikut tenggelam akibat kelelahan, sementara korban sudah tidak terlihat di permukaan air.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Tunjungan. Polisi bersama warga langsung melakukan pencarian dengan menjaring area waduk menggunakan alat pencari ikan milik warga.

Sekitar pukul 22.15 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke daratan.

"Korban kemudian diperiksa oleh petugas medis dari Puskesmas Tunjungan bersama anggota Polsek. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga kejadian ini murni musibah tenggelam," kata AKP Subiyono.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Ayah korban memilih agar putranya tidak dibawa ke rumah sakit maupun puskesmas dan langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan.

Lebih lanjut, AKP Subiyono mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar waduk, sungai maupun embung, terutama pada malam hari.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan waduk. Orang tua juga diharapkan mengawasi anak-anaknya, karena kondisi bibir waduk cukup licin dan sangat berbahaya, apalagi bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang," pungkasnya.

Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan fatal di Waduk Greneng. Lokasi tersebut beberapa kali menjadi tempat terjadinya insiden tenggelam, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan perairan tersebut.