Situbondo, MEMANGGIL.CO – Jalur nasional Pantai Utara (Pantura) di wilayah Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026) malam, berubah menjadi kubangan setelah hujan deras mengguyur kawasan pesisir timur.
Genangan air setinggi sekitar 70 sentimeter menutup sebagian besar badan jalan utama penghubung Surabaya–Banyuwangi. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah tersendat dan kendaraan dipaksa merayap dalam kondisi berisiko.
Pantauan di lokasi menunjukkan air mengalir deras dari sisi utara menuju badan jalan nasional. Lampu kendaraan memantul di atas permukaan genangan, memperburuk jarak pandang pengemudi yang sudah terbatas akibat hujan lebat dan minimnya penerangan.
Bambang, warga Surabaya yang tengah dalam perjalanan menuju Bali, mengaku sempat khawatir saat melintasi titik banjir sekitar pukul 22.30 WIB.
“Air sudah hampir menutup seluruh permukaan jalan. Banyak kendaraan jalan pelan-pelan, takut mogok atau tergelincir. Lampu kendaraan memantul di genangan, jadi agak sulit melihat kondisi jalan,” ujarnya.
Sejumlah pengendara memilih berhenti di tepi jalan untuk menunggu debit air surut. Namun kendaraan besar seperti truk dan bus tetap melintas dengan kecepatan rendah, memicu antrean panjang di belakangnya.
Kondisi ini memperlihatkan rapuhnya jalur vital Pantura saat diguyur hujan ekstrem. Jalur tersebut selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat dari Surabaya menuju wilayah Tapal Kuda hingga Banyuwangi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban maupun kerusakan kendaraan. Namun situasi genangan yang cukup tinggi berpotensi menimbulkan kerusakan mesin, terutama bagi kendaraan roda dua dan mobil berukuran rendah.
Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta mempertimbangkan menunda perjalanan apabila intensitas hujan kembali meningkat, khususnya pada malam hari.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan penanganan darurat, termasuk pengaturan lalu lintas dan evaluasi sistem drainase di titik rawan genangan agar jalur strategis nasional tersebut tidak kembali lumpuh saat hujan deras.
Editor : B. Wibowo