Gelombang Protes MBG Ramadan Menguat, Satgas Tuban Belum Ambil Langkah Tegas

Reporter : Redaksi
Paket menu MBG di Kabupaten Tuban yang diduga tak sesuai ketentuan yang berlaku. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Gelombang protes terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban masih terus bergulir pada momen Ramadan di tahun ini.

Berbagai persoalan mencuat ke permukaan, mulai dari menu singkong rebus di Palang hingga jambu biji busuk berulat di Kerek, dan sejumlah persoalan lainnya.

Baca juga: Sawahlunto Bersinar; Raih Adipura 2026, Bukti Konsistensi Kota Warisan Dunia Jaga Lingkungan

Program yang merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto itu kini ramai disorot masyarakat Tuban. 

Tak hanya soal kualitas makanan, sejumlah paket MBG juga dinilai kurang layak baik dari sisi kesehatan maupun nominal harga yang diperkirakan tidak sebanding dengan isi yang diterima siswa.

Keluhan demi keluhan beredar luas di media sosial dan tersebar melalui berbagai grup WhatsApp. Wali murid menyuarakan keresahan mereka, mempertanyakan pengawasan hingga standar operasional prosedur (SOP) yang seharusnya menjadi acuan pelaksanaan program.

Satgas Belum Merespons

Melihat fenomena itu, hingga Rabu (25/2/2026), Satgas MBG Tuban dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Terlihat dari sikap, Abdul Rakhmat selaku Wakil Ketua Satgas MBG Tuban belum memberikan respons saat dikonfirmasi terkait metode pengawasan program agar berjalan sesuai harapan.

Termasuk, ia juga belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi bagaimana mekanisme kontrol kualitas dilakukan, dan sanksi apa yang akan diberikan kepada SPPG jika di lapangan ditemukan pelanggaran SOP serta pengabaian aspek keamanan pangan.

Di sisi lain, Kabid Pengelola Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Tuban, Siswo Suwarko, mengaku kurang mengetahui detail menu yang diterima siswa. Ia menyebut koordinasi dilakukan langsung antara pihak SPPG dan sekolah.

Baca juga: Ramadan 1447 H, SMA Sungai Tarab Cetak Generasi Berkarakter Lewat Pesantren Unggulan

“Pihak SPPG koordinasinya langsung ke sekolah sehingga kami kurang jelas, mohon langsung konfirmasi ke sekolah,” tulisnya melalui pesan singkat, Selasa (22/2/2026).

Ia juga tidak menjelaskan secara rinci mekanisme pengawasan dan evaluasi yang dijalankan, termasuk kemungkinan imbauan atau sanksi terhadap dapur penyedia yang tidak memperhatikan standar gizi yang telah ditetapkan.

Rentetan Keluhan di Lapangan

Sebagaimana diketahui, keluhan pertama mencuat dari siswa SMP Negeri 2 Palang, Tuban, yang menerima potongan singkong rebus sebagai bagian dari paket MBG.

Baca juga: Potret MBG Ramadan di Tuban Picu Gelombang Protes

Unggahan foto menu tersebut memicu perdebatan di media sosial pada beberapa hari ini.

Keluhan serupa juga muncul di Kecamatan Kerek. Paket MBG yang diterima siswa KB Bhakti Negeri viral setelah seorang wali murid merekam isi makanan yang diterima anaknya. 

Dalam paket itu terdapat kerupuk tempe, roti, gorengan, dan buah jambu biji yang tampak busuk bahkan berulat.

Tak hanya itu, sejumlah orang tua juga mengaku resah terhadap menu MBG yang dibawa pulang anak-anak mereka. Karena, kondisi makanan diduga tidak sesuai harapan masyarakat yang menginginkan program bergizi benar-benar menghadirkan makanan sehat, aman, dan layak konsumsi.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru