Blora, MEMANGGIL.CO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cepu dan kawasan hulu sungai pada Minggu (24/5/2026) sore menyebabkan banjir luapan di sejumlah permukiman warga. Sedikitnya 40 rumah dilaporkan terdampak genangan air akibat meluapnya Sungai Ngareng dan aliran sungai di kawasan Taman Siswa.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Blora, banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan berintensitas tinggi turun dalam durasi cukup lama di wilayah Cepu dan sekitarnya.
Di Kelurahan Cepu, tepatnya di RW 1 Lingkungan Ngareng Sawahan, sebanyak 35 rumah warga tergenang banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Sementara di Kelurahan Balun, tepatnya di RW 11 Gang Swadaya Lingkungan Tukbuntung, lima rumah warga juga terdampak genangan air dengan ketinggian mencapai 30 hingga 70 sentimeter.
Luapan air sungai yang masuk ke kawasan permukiman sempat membuat warga panik. Meski demikian, hingga laporan awal diterbitkan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan dampak banjir, serta membantu evakuasi warga terdampak.
“Tim TRC BPBD Blora segera melakukan asesmen, pendataan, serta membantu penanganan warga terdampak banjir luapan sungai,” demikian keterangan Agung Triyono dalam laporannya.
Selain BPBD, penanganan di lapangan juga melibatkan sejumlah unsur gabungan seperti Satpol PP Kecamatan Cepu, Tagana Dinsos Blora, Polsek Cepu, Koramil Cepu, PMI Blora, BBWS Solo, Pramuka DKR Cepu, Pramuli Cepu, Exalos, KMC Cepu, serta perangkat kelurahan setempat.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi kendala berupa arus air yang cukup deras dan tingginya debit sungai di beberapa titik lokasi banjir.
Meski begitu, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Minggu malam. Sejumlah wilayah yang sebelumnya tergenang mulai mengalami penurunan debit air dan sebagian aktivitas warga perlahan kembali normal.
BPBD memastikan tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut. Namun masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama warga di bantaran sungai, dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air,” ungkapnya.
Lebih lanjut, BPBD Kabupaten Blora juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah ke sungai guna mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi terjadi.