Blora, MEMANGGIL.CO - Aktivitas produksi minyak rakyat di Kabupaten Blora terus berkembang. Tak hanya wilayah Plantungan dan Soko yang selama ini dikenal sebagai kawasan penghasil minyak tua, kini pengiriman perdana minyak bumi juga resmi dimulai dari Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora menuju Pertamina MOS Menggung, Jumat (22/5/2026).

Pengiriman yang dilakukan PT Mataram Connection Nusantara tersebut menjadi tonggak baru pengembangan sektor energi di wilayah Blora. Kehadiran titik operasi baru di Desa Gandu dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung kebutuhan energi nasional.

Minyak bumi yang dikirim berasal dari titik operasi perusahaan di Dukuh Gendono, Desa Gandu. Aktivitas produksi dan distribusi itu pun disambut antusias warga setempat yang berharap keberadaan operasional minyak mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketua Paguyuban Minyak Gandu, Agus Rumanto mengaku bersyukur karena pengiriman minyak dari wilayahnya akhirnya dapat terealisasi setelah melalui berbagai proses persiapan.

“Alhamdulillah, hari ini terwujud pengiriman pertama minyak dari wilayah kami ke Pertamina. Kami berharap ini menjadi awal yang baik dan berkelanjutan demi peningkatan taraf hidup masyarakat di sini,” ujar Agus.

Menurutnya, keberadaan aktivitas produksi minyak tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat desa.

Antusiasme serupa juga dirasakan warga sekitar. Rustini (54), warga Desa Gandu, mengaku terharu saat melihat armada tangki pengangkut minyak mulai beroperasi di wilayahnya.

“Alhamdulillah lentunge wis mlampah, kengen nulung tiang boten gadah, kengen ge ma'em. Bersyukur kulo, Mas,” ungkap Rustini.

Sate Pak Rizki

Ia berharap kegiatan produksi minyak tersebut dapat membantu perekonomian warga kecil serta menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat sekitar.

Pada tahap awal pengiriman, perusahaan mengoperasikan satu unit armada tangki dengan kapasitas angkut mencapai 5.000 liter minyak bumi.

Selain memastikan keberlangsungan pasokan, perusahaan juga menekankan kualitas produksi minyak yang dikirim. Berdasarkan hasil pengujian, kadar Basic Sediment and Water (BS&W) tercatat sebesar 0,5 persen atau masih berada dalam batas aman sesuai regulasi yang berlaku.

Pihak manajemen PT Mataram Connection Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar serta mempertahankan standar kualitas produksi guna mendukung keberlanjutan pasokan energi.

Dengan dimulainya operasional pengiriman minyak dari Desa Gandu, Kabupaten Blora kini memiliki tambahan titik aktivitas produksi minyak rakyat yang dinilai berpotensi memperkuat sektor energi sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.