Surabaya, MEMANGGIL.CO — Anggota Komisi A sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menyerap sejumlah keluhan krusial warga terkait pemenuhan fasilitas kesehatan dasar dan kepastian akses program Sekolah Rakyat (SR).
Aspirasi tersebut mencuat dalam Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Reses Tahun Sidang Kedua Masa Persidangan Ketiga Anggaran 2026 di Jalan Jagir Sidosermo VI, Kelurahan Jagir, Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, warga RW 01 Kelurahan Jagir mengeluhkan minimnya alat penunjang medis di pos pelayanan keluarga (posyandu).
Sejumlah fasilitas kesehatan di tingkat bawah dilaporkan belum memiliki alat pemeriksaan screening penyakit tidak menular (PTM).
Cahyo mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya untuk melengkapi fasilitas preventif warga.
Menurutnya, pemenuhan alat cek darah, kadar gula, asam urat, hingga kolesterol di level posyandu bersifat mendesak.
"Kami akan komunikasikan kelengkapannya sampai sejauh mana. Fungsi mendasar dari Puskesmas dan jaringan di bawahnya adalah promotif dan preventif, yakni mencegah warga agar tidak jatuh sakit, bukan sekadar mengobati," kata Cahyo saat ditemui Suara Merdeka Surabaya di lokasi reses.
Selain sektor kesehatan, program Sekolah Rakyat (SR) besutan pemerintah pusat yang diadopsi di Surabaya juga menjadi sorotan utama.
Umi, salah satu warga RT 08 Kelurahan Jagir, memanfaatkan momentum tersebut untuk mempertanyakan kejelasan mekanisme pendaftaran agar adiknya yang berasal dari keluarga tidak mampu dapat terjaring masuk ke program SR berbasis asrama (boarding school) tersebut.
Merespons hal itu, Cahyo mengakui, kuota dan pemetaan kebutuhan Sekolah Rakyat di Surabaya saat ini masih dalam tahap perhitungan oleh dinas terkait, dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.
Meski pembangunannya sempat mendapat apresiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur, ketepatan sasaran bagi warga miskin ekstrem (desil 1 hingga desil 3) tetap harus dikawal.
"Saya sudah berkomunikasi dengan dinas terkait, dan tampaknya jumlah porsi serta kebutuhan riil di lapangan masih diperhitungkan secara matang di sana," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan program ini sangat bagus karena menjamin pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu lewat sistem asrama, namun distribusinya harus dipastikan merata di tengah keterbatasan kuota yang ada.