Padi Organik Jadi Harapan Baru Petani di Blora

Reporter : Redaksi
Beras Organik Blora. (Foto: Dok. Pribadi/Memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong pengembangan padi organik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program ini dijalankan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi keagamaan, serta dukungan perbankan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam memperluas pengembangan pertanian organik di tingkat petani.

Baca juga: Pemkab Blora Dorong Desa Manfaatkan Tanah Bengkok untuk Padi Organik

Bupati Blora, H. Arief Rohman, menyampaikan bahwa pengembangan padi organik saat ini telah berjalan bersama kalangan Nahdlatul Ulama melalui lembaga pertanian yang mereka miliki.

“Ini beras dari teman-teman NU yang bersinergi dengan Pemkab dan Bank Jateng,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Arief, ditulis Kamis (25/3/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut tidak hanya memperkuat aspek produksi, tetapi juga membuka akses permodalan serta memperluas jaringan pemasaran hasil pertanian organik.

Dalam pengembangannya, sejumlah varietas unggulan mulai dibudidayakan oleh petani di Blora. Di antaranya adalah Mentik Susu, Rojolele, hingga Pandan Wangi yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta diminati pasar.

“Varietasnya ada Mentik Susu, Rojolele, dan Pandan Wangi,” jelasnya.

Gus Arief menegaskan bahwa padi organik memiliki prospek yang menjanjikan karena mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan padi konvensional.

Baca juga: Bupati Blora: Potensi Sapi Jadi Modal Besar Pertanian Organik

Hal ini tercermin dari harga jual beras organik yang saat ini telah mencapai sekitar Rp20 ribu per kilogram.

“Harga sudah Rp20 ribu per kilo, ini meningkatkan penghasilan petani,” tegasnya.

Selain dari sisi harga, pertanian organik juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis. Praktik ini diharapkan dapat menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang serta mendukung pertanian berkelanjutan.

Pemkab Blora menilai, tren konsumsi pangan sehat yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi pengembangan beras organik. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong petani untuk beralih ke sistem pertanian organik secara bertahap.

Baca juga: Kabupaten Blora Bidik Wilayah Potensial Air untuk Perluasan Padi Organik

Di sisi lain, dukungan dari perbankan daerah turut berperan dalam memberikan akses pembiayaan bagi petani. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan program, terutama dalam memenuhi kebutuhan awal pengembangan pertanian organik yang relatif membutuhkan proses adaptasi.

Melalui sinergi tersebut, Pemkab Blora berharap produksi beras organik dapat terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Dengan demikian, petani tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan, tetapi juga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Ke depan, pengembangan padi organik di Blora diharapkan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan petani, sistem distribusi, hingga branding produk agar mampu menembus pasar regional maupun nasional. 

Editor : Ahmad Adirin

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru