Jembatan Garuda Dikebut, Akses Warga Surabaya Barat Segera Terbuka

Reporter : Saputra
Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen Kohir bersama Dandim 0830 Kolonel Bambang Raditya saat meninjau pembangunan Jembatan Garuda. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO -Pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya terus menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, proyek yang diharapkan menjadi solusi akses warga tersebut telah mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.

Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Kohir, turun langsung meninjau perkembangan pembangunan pada Sabtu (18/04/2026). Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Bambang Raditya.

Di lokasi, Brigjen Kohir melihat keterlibatan berbagai unsur dalam pembangunan jembatan tersebut, mulai dari TNI hingga masyarakat setempat.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci agar pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Dalam pembangunan ini ada sinergi antara TNI, warga, dan unsur lainnya. Saya lihat progresnya sudah sesuai dengan target,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan program prioritas Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Secara teknis, jembatan ini memiliki panjang 32 meter dan lebar 4 meter.

Nantinya, jembatan akan difungsikan untuk kendaraan roda dua yang melintas secara bergantian.

Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting. Selama ini, warga harus menempuh jarak hingga 10 kilometer untuk mencapai tujuan tertentu.

Bahkan, tidak sedikit yang nekat melawan arus demi mempersingkat waktu tempuh, yang tentu berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Jembatan Garuda akan menghubungkan kawasan Genting dengan Babadan Rukun, sehingga diharapkan mampu memangkas jarak dan meningkatkan mobilitas warga secara signifikan.

Tak hanya di satu titik, pembangunan Jembatan Garuda juga dilakukan di beberapa lokasi di Surabaya. Brigjen Kohir menyebut dirinya akan terus memantau perkembangan di lapangan.

Lebih jauh, ia memastikan program ini tidak berhenti setelah proyek selesai. Pemerintah akan terus mengidentifikasi wilayah lain yang membutuhkan akses penghubung serupa.

“Tahun depan akan kita cari lagi titik-titik potensial yang bisa dihubungkan dengan jembatan. Semua kebutuhan warga akan akses ini akan diupayakan, baik jembatan beton, reguler, maupun perintis,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kebutuhan jembatan di wilayah pinggiran Surabaya, terutama di area persawahan dan tambak yang banyak dipisahkan oleh aliran sungai.

“Di wilayah pinggiran masih banyak area yang membutuhkan jembatan penghubung strategis. Ini akan menjadi perhatian ke depan,” pungkasnya.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru