Yogyakarta, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai strategi mempercepat peningkatan kualitas SDM. Kali ini, Pemkab Blora menjalin kerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melalui penandatanganan MoU yang diharapkan menjadi pintu masuk berbagai program pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Ruang Audiovisual Lantai 4 Gedung Museum Muhammadiyah Kampus IV UAD, Yogyakarta, Rabu (15/7/2026). Rombongan Pemkab Blora dipimpin langsung Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan disambut Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T. beserta jajaran pimpinan universitas.

Bupati yang akrab disapa Gus Arief mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas manusia sebagai penggerak utama pembangunan.

Menurutnya, investasi terbesar yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah investasi di bidang pendidikan.

"Kalau ingin daerah maju, maka kualitas SDM-nya harus ikut maju. Karena itu, selain membangun infrastruktur, kami juga memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan perguruan tinggi," ujarnya. 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Blora selama beberapa tahun terakhir terus mendorong masyarakat agar melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya angka lulusan SMA yang memilih melanjutkan studi.

"Saat ini sekitar 60 persen lulusan SMA di Blora sudah melanjutkan kuliah. Ke depan angka ini akan terus kami tingkatkan melalui berbagai program pendidikan dan kemitraan dengan perguruan tinggi," katanya.

Tak hanya menyasar generasi muda, Pemkab Blora juga mendorong peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang membuka kesempatan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan formal.

"Kami juga mendorong para pejabat dan ASN untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan S-2 maupun S-3. Aparatur harus memiliki kapasitas yang terus berkembang agar mampu menjawab tantangan zaman," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Arief menegaskan pembangunan daerah saat ini harus dilakukan melalui pendekatan pentahelix, yakni melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Karena itu, kerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring pembangunan berbasis kolaborasi.

"MoU dengan UAD ini merupakan kerja sama ke-58 yang kami bangun dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kami ingin kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merancang dan melaksanakan pembangunan," ungkapnya.

Sate Pak Rizki

Ia berharap nota kesepahaman tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan segera ditindaklanjuti melalui berbagai program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Blora.

Sementara itu, Rektor Universitas Ahmad Dahlan Prof. Dr. Muchlas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Blora kepada UAD.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Ahmad Dahlan. Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora sesuai kompetensi yang kami miliki, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat," ujar Muchlas.

Ia menjelaskan, UAD memiliki 11 fakultas dengan beragam disiplin ilmu yang dapat mendukung berbagai kebutuhan pembangunan daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, teknologi, ekonomi, hukum, hingga pengembangan masyarakat.

Selain prosesi penandatanganan nota kesepahaman, kunjungan tersebut juga diisi dialog antara jajaran OPD Kabupaten Blora dengan pimpinan UAD. Berbagai peluang kerja sama dibahas, mulai dari peningkatan kapasitas aparatur, penelitian terapan, inovasi pelayanan publik, pengembangan potensi daerah, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan Pemerintah Kabupaten Blora mengunjungi Museum Muhammadiyah yang berada di kompleks Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengenalan sejarah, nilai-nilai perjuangan, dan kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta pembangunan bangsa.

Melalui kerja sama yang terus diperluas dengan berbagai perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten Blora berharap lahir lebih banyak inovasi dan kolaborasi yang mampu mempercepat peningkatan kualitas SDM.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.