Hari Buruh Jadi Momentum Ajakan Berkarya dan Berdikari

Reporter : Teguh Arianto
Foto Aktivis Agus Ariyanto

Blora, MEMANGGIL.CO — Peringatan Hari Buruh (May Day) dimaknai lebih luas tahun ini. Tidak hanya soal tuntutan kesejahteraan pekerja, tetapi juga ajakan untuk membangun kemandirian melalui karya dan usaha sendiri.

Aktivis Agus Ariyanto, dalam refleksinya menegaskan bahwa masyarakat perlu mulai melihat peluang di luar jalur kerja konvensional. 

“Mengajak masyarakat untuk bisa berkarya sehingga dapat berdikari dan merdeka tidak harus selalu menjadi buruh atau karyawan,” ujarnya.

Menurutnya, dunia kerja saat ini menuntut keberanian untuk berinovasi. Keterampilan, kreativitas, dan kemauan untuk memulai usaha menjadi kunci agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada lapangan kerja yang terbatas. Ia juga menekankan pentingnya membangun pola pikir mandiri sejak dini.

"Buruh tetap penting dan terhormat. Tapi kita juga harus membuka jalan lain menjadi pencipta kerja, bukan hanya pencari kerja,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai elemen masyarakat turut hadir dan menyambut baik gagasan tersebut. Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya pelatihan keterampilan, akses permodalan, serta dukungan komunitas untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru

Peringatan May Day di Blora kali ini menjadi refleksi bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya tentang hak bekerja, tetapi juga tentang kebebasan untuk berkarya, menentukan nasib sendiri, dan berdiri di atas kaki sendiri.

Dengan semangat itu, Hari Buruh diharapkan menjadi titik awal perubahan pola pikir dari sekadar bertahan, menjadi berdaya dan merdeka melalui karya.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru