Blora, MEMANGGIL.CO - Salah satu paket proyek strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu resmi menyelesaikan proses tender. Paket pekerjaan Penimbunan untuk Sekolah Rakyat dengan pagu anggaran Rp13,75 miliar itu dimenangkan oleh CV Sejahtera Tehnik, perusahaan asal Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pantauan pada laman SPSE Inaproc Kabupaten Blora, Minggu (26/7/2026), menunjukkan proses tender telah berstatus "Tender Sudah Selesai". Pemenang telah ditetapkan setelah melalui seluruh tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis hingga penawaran harga.

Proyek tersebut berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora dengan sumber pendanaan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026.

Nilai pagu paket tercatat sebesar Rp13.750.000.000, sedangkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp13.521.840.000. Paket menggunakan kontrak harga satuan dengan metode pemilihan Tender Pascakualifikasi Satu File Harga Terendah Sistem Gugur.

Berdasarkan hasil evaluasi tender, CV Sejahtera Tehnik mengajukan penawaran sebesar Rp12.630.000.000. Nilai tersebut sekaligus menjadi harga terkoreksi yang mengantarkan perusahaan itu sebagai pemenang.

Jika dibandingkan dengan HPS, nilai penawaran pemenang lebih rendah sekitar Rp891,84 juta. Sementara dibandingkan pagu anggaran, efisiensi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp1,12 miliar.

Persaingan Ketat, Diikuti 39 Perusahaan

Persaingan dalam paket ini tergolong cukup tinggi. Sebanyak 39 badan usaha tercatat mengikuti proses tender.

Namun, hanya sebagian kecil peserta yang berhasil lolos hingga tahap evaluasi akhir. Mayoritas peserta gugur pada tahapan administrasi, kualifikasi maupun evaluasi teknis sesuai ketentuan dokumen pemilihan.

Posisi kedua ditempati ANVEYM MULIA ABADI dengan penawaran sekitar Rp12,91 miliar. Sementara PT Sinar Putra Mahaba yang mengajukan penawaran paling rendah, yakni Rp11 miliar, justru dinyatakan gugur.

Dalam hasil evaluasi SPSE disebutkan perusahaan tersebut tidak mencantumkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) yang masih berlaku untuk material tanah urug, sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen pemilihan.

Dengan demikian, penawaran terendah tidak otomatis menjadi pemenang apabila tidak memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang telah ditentukan.

Fokus Penyiapan Lahan Sekolah Rakyat

Dokumen uraian singkat pekerjaan menjelaskan bahwa proyek ini bukan pembangunan gedung sekolah, melainkan penyiapan lahan sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.

Lingkup pekerjaan meliputi:

  • pekerjaan persiapan;
  • pelebaran akses jalan masuk;
  • perkerasan akses jalan masuk;
  • pekerjaan urugan atau penimbunan lahan.

Seluruh pekerjaan tersebut akan dilaksanakan di Kecamatan Cepu dengan target waktu penyelesaian 90 hari kalender. Penyiapan lahan menjadi tahapan penting karena lokasi Sekolah Rakyat harus memenuhi standar elevasi dan kondisi tanah sebelum memasuki tahap pembangunan gedung utama.

Kontrak Harga Satuan

Paket ini menggunakan jenis kontrak harga satuan. Dalam sistem tersebut, pembayaran dilakukan berdasarkan volume pekerjaan riil yang dikerjakan di lapangan sesuai hasil pengukuran bersama, bukan berdasarkan nilai borongan tetap.

Volume pekerjaan nantinya akan menjadi salah satu aspek yang diawasi selama proses pelaksanaan proyek berlangsung.

Selain itu, dokumen tender juga mensyaratkan penyedia memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi sejenis, memenuhi kemampuan dasar usaha, memiliki sisa kemampuan paket (SKP), serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi, perpajakan, dan legalitas usaha.

Tahap Selanjutnya Penandatanganan Kontrak

Setelah penetapan pemenang selesai, tahapan berikutnya adalah penyelesaian administrasi kontrak sebelum Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan.

Apabila seluruh proses administrasi telah rampung, kontraktor pemenang akan mulai mengerjakan penyiapan lahan selama 90 hari kalender sesuai jadwal pelaksanaan.

Proyek ini menjadi salah satu pekerjaan awal yang akan menentukan kesiapan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Cepu, program yang diproyeksikan menjadi bagian dari upaya perluasan akses pendidikan melalui dukungan infrastruktur dasar.

Dengan nilai mencapai Rp13,75 miliar, paket ini juga menjadi salah satu proyek konstruksi bernilai besar yang ditangani DPUPR Blora pada tahun anggaran 2026.

Karena itu, proses pelaksanaan pekerjaan hingga pengawasan kualitas hasil penimbunan diperkirakan akan menjadi perhatian publik, mengingat keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada kualitas pekerjaan penyiapan lahannya.