Tuban, MEMANGGIL.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban akhirnya angkat bicara terkait polemik dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban yang dikerjakan PT Waskita Karya.
Sejumlah buruh mengaku upah mereka belum dibayarkan alias tertunggak selama berminggu-minggu, dan viral di media sosial.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, menyampaikan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan keterlambatan pembayaran upah para pekerja proyek tersebut.
Ia juga menyarankan agar konfirmasi mengenai pelaksanaan Program Sekolah Rakyat disampaikan kepada Dinas Sosial sebagai organisasi perangkat daerah yang menangani program tersebut.
"Untuk Sekolah Rakyat mungkin Pak Kadinsos dapat memberikan klarifikasi. Sampai dengan saat ini belum ada laporan pekerjaan," ujarnya singkat, Sabtu (1/8/2026).
Sementara itu, Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban dari PT Waskita Karya, Agus Saputra, sampai saat ini belum memberikan tanggapan terkait dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja maupun penyebab persoalan tersebut.
Polemik ini mencuat setelah akun Facebook bernama Kang Arie membagikan keluhan di salah satu grup media sosial masyarakat Tuban. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan foto dan video kondisi pembangunan Sekolah Rakyat Tuban yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian.
Ia mengaku sebagai tenaga borongan pemasangan keramik. Menurutnya, pekerjaan telah dilakukan secara maksimal untuk mengejar target proyek, namun pembayaran upah justru mengalami keterlambatan.
"Ijin post min, masak proyek segini besar banyak upah tukang molor belum terbayar, mulai tukang borongan hingga tukang harian," tulisnya.
Ia menyebut pembayaran upah telah tertunda hingga memasuki pekan keempat bahkan hampir lima pekan.
"Molor hingga minggu keempat, hampir minggu kelima gaji masih belum dibereskan," keluhnya.
Dalam unggahan yang sama, ia juga mempertanyakan penyebab keterlambatan pembayaran tersebut. Menurutnya, para pekerja tidak mengetahui secara pasti kendala yang membuat hak mereka belum diterima.
"Saya sebagai tenaga kerja yang menunggu, tidak tahu harus mengadu ke mana. Sedangkan bos yang bersangkutan sulit dihubungi. Kalaupun bisa dihubungi, tidak ada kepastian kapan harus dibayar. Padahal saya juga harus membayar tukang yang sudah saya pekerjakan," tulisnya.
Netizen Serukan Lapor Prabowo
Keluhan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Sejumlah komentar meminta pihak terkait segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan persoalan yang dialami para pekerja.
Salah satu akun bahkan menuliskan komentar, "Korupsi di segala aspek."
Sementara akun MagentaArugula7729 meminta agar persoalan tersebut dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar mendapat perhatian pemerintah pusat.
"Langsung kondo nang Pak Prabowo wae ben dikusut tuntas," tulisnya.