Surabaya, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 160 pelaku usaha kreatif dan UMKM lokal hadir dengan beragam produk, mulai dari batik, bordir, tenun, songket, hingga aksesoris, perhiasan, busana muslim, kosmetik, serta produk makanan dan minuman dalam pameran Batik Bordir & Aksesoris Fair (BBA) 2026 di Surabaya.
Salah satu peserta pameran bertemakan “Living with Wastra, Beyond Fabric” ini adalah Namira Ecoprint yang merupakan UMKM sustainable fashion asal Rungkut, Surabaya yang dirintis Yayuk Eko Agustin.
Fashion yang dikenal ramah lingkungan ini memamerkan kain dan produk fashion dengan teknik ecoprint atau pewarnaan dan motif alami daun atau bunga) tanpa bahan kimia.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 200 item kain Ecoprint dan kain bordir diusung Namira dalam pameran yang diselenggarakan di Exhibition Hall Grand City Surabaya hingga 10 Mei 2026 ini.
"Yang unggulan tetap Ecoprint. Ecoprint itu luar biasa karena tanpa bahan kimia, limited Edition, tidak ada sampah dan sangat bermanfaat untuk lingkungan," jelas Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin, Kamis (07/05/2026).
Terlebih produk dari Namira Ecoprint sangatlah unik dan limited edition. Bahkan batik ramah lingkungan Namira Ecoprint berhasil ekspor ke mancanegara seperti Meksiko, Italia, dan Kanada.
"Produk kita berbeda dengan yang lain. Karena batik biasanya ada limbah B3 nya karena menggunakan canting dan malamnya. Kalau kita semuanya berbahan alam. Dan kami sudah diaudit oleh mutu internasional," terang Yayuk.
Pameran Batik Bordir & Aksesoris Fair (BBA) 2026 ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dekranasda Jatim, KADIN Jatim, serta berbagai asosiasi dan sponsor.
Editor : B. Wibowo