Mojokerto, MEMANGGIL.CO – Keindahan panorama alam di kawasan Jurang Gembolo, Desa Cembor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kini tercoreng oleh tumpukan sampah liar yang memenuhi area jurang di tepi jalan.
Lokasi yang berada di jalur wisata penghubung Pacet dan Trawas itu berubah menjadi pemandangan kumuh akibat ulah oknum yang membuang sampah sembarangan.
Tumpukan sampah yang terlihat dari badan jalan tidak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.
Padahal, jalur tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu akses favorit wisatawan karena menawarkan panorama pegunungan dan suasana hutan yang masih asri.
Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, Zunianto, mengaku prihatin melihat banyaknya sampah yang menumpuk di kawasan yang seharusnya menjadi wajah pariwisata Mojokerto itu.
“Seharusnya kawasan wisata dan hutan seperti ini dijaga bersama. Sayang sekali ketika orang yang melintas justru disuguhi pemandangan tumpukan sampah,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, keberadaan sampah liar tidak hanya merusak keindahan alam, tetapi juga dapat menurunkan citra daerah yang selama ini dikenal memiliki potensi wisata alam yang menarik.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar persoalan tersebut tidak semakin meluas.
Selain pembersihan di lokasi, Zunianto menilai perlu adanya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai serta pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah masyarakat membuang sampah secara sembarangan.
“Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan. Kalau tidak ada solusi yang jelas, tumpukan sampah akan terus bertambah dan merusak lingkungan,” katanya.
Kawasan Jurang Gembolo sendiri merupakan bagian dari area hutan yang memiliki fungsi penting sebagai penyangga ekosistem di wilayah Pacet. Selain menjadi kawasan hijau, lokasi tersebut juga menjadi habitat berbagai jenis satwa liar yang keberadaannya perlu dijaga.
Karena itu, keberadaan sampah di area jurang dikhawatirkan tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan kehidupan satwa yang berada di kawasan tersebut.
Menanggapi persoalan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait adanya tempat pembuangan sampah liar di kawasan Jurang Gembolo.
“Kami akan melakukan pengecekan kembali di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait karena lokasi berada di area jurang dan kawasan hutan,” ujarnya.
Selain melakukan peninjauan, DLH Kabupaten Mojokerto juga berencana meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Upaya tersebut meliputi sosialisasi pemilahan sampah serta penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di lingkungan.
Editor : Abdul Rohman