Tuban, MEMANGGIL.CO – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, kembali menjadi perhatian publik.

Setelah sempat viral karena gerainya ditutup sehari usai diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2025, kini koperasi tersebut justru mencatat prestasi dengan membukukan nilai transaksi mencapai Rp5,4 miliar.

Capaian tersebut mengantarkan KDMP Pucangan meraih penghargaan sebagai koperasi dengan transaksi tertinggi di Jawa Timur. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Selasa (21/7/2026).

Sebelumnya, KDMP Pucangan sempat menjadi sorotan setelah gerainya mendadak ditutup oleh mitra koperasi sehari setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (22/7/2025).

Saat itu, seluruh barang dagangan ditarik, gerai dibongkar, hingga papan nama bergambar Presiden Prabowo ikut diturunkan.

Beberapa hari kemudian, koperasi kembali beroperasi setelah tercapai komunikasi dan kesepakatan dengan mitra koperasi dari Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan.

Sejak saat itu, aktivitas koperasi terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Kepala Desa Pucangan, Santiko, mengatakan nilai transaksi KDMP Pucangan pada periode laporan 2025–2026 mencapai Rp5,4 miliar. Menurutnya, capaian tersebut di luar dugaan dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat desa.

"Transaksi satu bulan sekitar Rp600 juta. Koperasi buka mulai pagi sampai malam pukul 22.00 WIB," ujar Santiko.

Ia menjelaskan, koperasi menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Seluruh pasokan barang dan dukungan operasional berasal dari mitra koperasi, yakni PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Lamongan.

"Semua dukungan dari unit usaha Ponpes Sunan Drajat Lamongan," tegasnya.

Santiko menilai tingginya transaksi tidak lepas dari lokasi koperasi yang berada di tepi jalan raya sehingga mudah dijangkau masyarakat. Pembeli tidak hanya berasal dari Kecamatan Montong, tetapi juga dari berbagai wilayah di Kabupaten Tuban hingga luar daerah.

"Lokasinya sangat strategis. Saya sempat tanya pembeli, ada yang dari Jatirogo bahkan Rembang. Ramai terus karena harganya lebih murah," ungkapnya.

Ke depan, pihaknya menargetkan nilai transaksi terus meningkat. Untuk mewujudkan hal itu, pengelola akan memperkuat stok barang serta menambah kapasitas gudang penyimpanan agar mampu melayani kebutuhan masyarakat dengan lebih optimal.

Kata Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky 

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pengurus dan pengawas koperasi, pegiat koperasi, serta masyarakat yang terus menjadikan koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi.

"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat koperasi agar semakin profesional, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Lindra.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tuban akan terus memberikan pendampingan, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta mendorong digitalisasi tata kelola koperasi agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan semakin berdaya saing.

Ia menegaskan, koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah, sehingga mampu mendukung pembangunan ekonomi kerakyatan dan menyukseskan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.