Jadi Garda Terdepan, Calon Volunteer AUG 2024 Lalui Pembekalan Intensif dari Unesa

Reporter : Adji
Peserta sosialisasi calon volunteer AUG 2024. (Humas Unesa/ Memanggil.co) 

Surabaya, MEMANGGIL.CO  – Kesuksesan penyelenggaraan ajang olahraga internasional tidak hanya bertumpu pada performa atlet di lapangan, melainkan juga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di balik layar.  

Merespon kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dana Non-APBN Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar sosialisasi intensif bagi calon volunteer ASEAN University Games (AUG) 2024. 

Kegiatan yang digagas oleh tim dosen Unesa yang terdiri dari Nur Salsabila Rhesa P.P., Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi, dan Nur Shanti Retno Pembayun ini bertujuan mematangkan kesiapan para relawan. Nantinya, mereka akan bertugas menyambut delegasi se-Asia Tenggara di dua kota penyelenggara, yakni Surabaya dan Malang. 

Ketua Tim Pengabdian, Nur Shanti Retno Pembayun, mengatakan, volunteer memegang peran krusial sebagai wajah pertama yang berinteraksi langsung dengan para atlet, ofisial, maupun tamu internasional. 

"Banyak calon volunteer memiliki semangat tinggi untuk berpartisipasi dalam event internasional, namun masih membutuhkan pembekalan yang lebih terarah agar mampu menjalankan tugas secara optimal," kata Nur Shanti dalam keterangan resminya, Kamis, 18 Juni 2026. 

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unesa tersebut menambahkan, pembekalan ini tidak hanya menyasar aspek teknis semata, melainkan juga penguatan soft skills yang menjadi kebutuhan utama dalam manajemen acara skala internasional. 

Sementara itu, materi pelatihan yang diberikan,  meliputi pelayanan peserta (hospitality), Komunikasi lintas budaya. 

Selain itu, penanganan situasi darurat (emergency response), serta penguatan kemampuan interpersonal dan pengambilan keputusan cepat. 

"Kami memberikan simulasi berbagai kondisi yang mungkin terjadi di lapangan, termasuk situasi darurat dan komunikasi dengan peserta dari latar belakang budaya yang berbeda. Tujuannya agar volunteer lebih siap dan percaya diri," sambung  Nur Shanti. 

Program pengabdian ini dilaksanakan secara sistematis menggunakan pendekatan ADDIE, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan (Analysis), perancangan pelatihan (Design), pengembangan materi (Development), implementasi (Implementation), hingga evaluasi (Evaluation). Metode bertahap ini diterapkan guna memastikan hasil pembekalan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. 

Selain mempersiapkan SDM yang andal, program PKM ini juga ditargetkan menghasilkan luaran akademis dan publikasi yang konkret, meliputi publikasi media massa, dokumentasi video kegiatan, laporan pengabdian resmi, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). 

Melalui kombinasi kompetensi teknis, kemampuan komunikasi yang kuat, serta sikap profesional, para relawan ini diharapkan mampu mendukung penuh kelancaran AUG 2024 sekaligus menjaga reputasi positif Indonesia di mata internasional.
 

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru