ITS Kukuhkan Lima Profesor Baru, Perkuat Riset untuk Kemajuan Bangsa

Reporter : Saputra
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat memberikan sambutan dalam upacara Pengukuhan Profesor ITS. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengukuhkan lima guru besar baru dalam Sidang Terbuka Dewan Profesor. 

Dikukuhkannya lima guru besar yang berlangsung di Auditorium Research Center ITS ini, sebagai langkah penguatan ekosistem akademik berkualitas.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST, MScEng, PhD menilai kelima profesor tersebut memiliki ranting keilmuan beragam, namun sama-sama berorientasi pada kemajuan bangsa. 

“Karena setiap inovasinya berangkat dari pertanyaan bagaimana agar Indonesia lebih aman, maju, berkelanjutan, dan lebih siap dalam menghadapi perubahan,” ujar Prof. Bambang, Kamis (18/06/2026). 

Prosesi pengukuhan dilanjutkan penyampaian orasi ilmiah oleh kelima profesor baru. Yang pertama Prof. Ir. Maria Anityasari, ST, ME, PhD, IPU, ASEAN Eng, Guru Besar ke-242 Departemen Teknik Sistem dan Industri. 

Dalam orasinya bertemakan Membangun Masa Depan Melalui Manufaktur Berkelanjutan ini, Prof. Maria menekankan sustainable manufacturing lebih berdampak daripada manufaktur hijau karena berfokus pada siklus produksi yang mengurangi konsumsi sumber daya dan memberi kehidupan kedua, ketiga, serta seterusnya pada produk.

Orasi kedua disampaikan Prof. Dr. Eng. Ir. Trika Pitana, ST, MSc, IPU, Guru Besar ke-243 Departemen Teknik Sistem Perkapalan. 

Dalam orasi dengan tema Rekayasa Keselamatan Operasional Sistem Perkapalan sebagai Pilar Keberlanjutan Industri Maritim Nasional ini, Prof. Trika mengembangkan confined space terintegrasi sistem pemadam kebakaran untuk melokalisasi asap dan menurunkan temperatur saat insiden di kapal.

Kemudian dilanjutkan Prof. Dr. Eng. Muhammad Badrus Zaman, ST, MT, Guru Besar ke-244 Departemen Teknik Sistem Perkapalan. 

Orasi ilmiah bertemakan Sistem Keselamatan Navigasi Kapal sebagai Pilar untuk Memperkuat Poros Maritim Nasional dan Global, Prof. Badrus menyampaikan inovasinya berupa sistem Automatic Identification System (AIS) yang diimplementasikan bersama model M-Shel untuk menganalisis kepadatan lalu lintas kapal guna mengurangi kecelakaan.

Selanjutnya, Prof. Diah Susanti, ST, MT, PhD, Guru Besar ke-245 Departemen Teknik Material dan Metalurgi. 

Prof. Diah menyampaikan orasi ilmiah bertemakan Rekayasa Material Maju untuk Teknologi Penyimpanan Energi dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan.

Ia memanfaatkan limbah biomassa lokal untuk mengubah gas buang CO2 menjadi bahan bakar berbasis reduced Graphene Oxide (rGO) yang mampu menciptakan superkapasitor dengan daya simpan 10 ribu kali lipat kapasitor konvensional.

Orasi dilanjutkan Prof. Dr. Ir. Suwadi, MT, Guru Besar ke-246 Departemen Teknik Elektro. Prof. Suwadi menyampaikan orasi ilmiah dengan tema Optimalisasi kapasitas data, proteksi citra digital adaptif, dan keamanan lapisan fisik. 

Ia mengintegrasikan kompresi cerdas, proteksi konten, dan kriptografi fisik untuk membangun sistem komunikasi multimedia yang efisien, aman, dan tangguh.

Ketua Dewan Profesor ITS Prof. Dr. Ir. Imam Robandi, MT mengingatkan peran profesor sebagai tulang punggung Indonesia. 

“Jadi mari kita bersinergi meningkatkan kualitas pendidikan kita, karena target kita bukan hanya bersaing secara nasional, tapi secara global,” tegasnya.

Pengukuhan dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mantan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, Bupati Blora Arief Rohman, serta perwakilan Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. 

Eri Cahyadi menyebut bertambahnya pakar dari ITS menjadi strategi membangun kemajuan kota. 

“Sebab, kami akan selalu membutuhkan kehadiran para profesor dengan setiap hasil riset, keahlian, dan keilmuannya untuk membangun Kota Surabaya,” katanya.

ITS menyatakan penambahan profesor baru ini menjadi bukti komitmen mewujudkan SDGs poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru