Surabaya, MEMANGGIL.CO – Tanjung Perak Jazz 2026 diproyeksikan memberi dampak ekonomi signifikan bagi Kota Surabaya seiring target kehadiran 12.000 hingga 13.000 penonton pada penyelenggaraan yang akan berlangsung di Surabaya Expo Center, 28 Juni mendatang. Menjelang pelaksanaan festival, sejumlah hotel di sekitar lokasi acara dilaporkan mulai mengalami peningkatan tingkat hunian.
Promotor Tanjung Perak Jazz 2026, Sinyo Devara, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap festival musik tersebut mulai terlihat dari tren penjualan tiket dan respons publik yang terus meningkat. Kondisi itu turut memicu pergerakan sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, kuliner, hingga jasa lainnya.
"Hotel-hotel di sekitar venue sudah penuh. Kegiatan seperti ini ikut menggerakkan ekonomi kota melalui sektor pariwisata, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya," kata Sinyo dalam konferensi pers di Omah Kurasi Surabaya, Minggu (21/6/2026).
Menurut dia, sebagian penonton diperkirakan berasal dari luar daerah dan datang khusus untuk menghadiri festival tersebut. Panitia optimistis target maksimal 13 ribu penonton dapat tercapai mengingat antusiasme masyarakat yang terus bertambah menjelang hari pelaksanaan.
Selain dampak ekonomi, penyelenggara juga menyiapkan konsep baru melalui kolaborasi lintas genre. Sejumlah musisi dijadwalkan membawakan lagu mereka dengan sentuhan aransemen jazz sebagai upaya memperluas segmentasi penonton. Deretan musisi yang akan tampil antara lain Celia Nuraga, THE SIGIT, Mocca, Fiersa Besari, Seringai, Irvel Maulana, Desy Agustina, dan BRANTA.
CEO Tanjung Perak Jazz, Indah Kurnia, mengungkapkan festival tersebut berawal dari komunitas kecil pecinta jazz di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dengan kapasitas hanya sekitar 800 penonton. Dalam perjalanannya, acara itu berkembang menjadi salah satu agenda musik tahunan yang mampu menarik ribuan pengunjung.
"Nama Tanjung Perak Jazz lahir karena sejak awal kami ingin membuat acara yang dekat dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Saat itu sifatnya sangat intim dan tidak berorientasi komersial," ujarnya.
Festival ini juga pernah digelar di sejumlah lokasi ikonik, termasuk Kapal Dewaruci dan Museum Pusat TNI AL. Tahun ini, penyelenggara memilih Surabaya Expo Center untuk mengakomodasi lonjakan jumlah penonton sekaligus memperluas dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Mengusung tema "Jazz'no Suroboyo", Tanjung Perak Jazz 2026 tidak hanya menawarkan pertunjukan musik, tetapi juga menegaskan posisi festival sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Surabaya yang terus berkembang. Penyelenggara berharap acara tersebut mampu menjadi agenda unggulan nasional yang lahir dan tumbuh dari Kota Pahlawan.
Editor : B. Wibowo