Surabaya.MEMANGGIL.CO — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) akan mengawal target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Upaya ini difokuskan pada penguatan keandalan sistem transmisi guna menopang lonjakan konsumsi listrik di sektor industri Jawa Timur.
General Manager (GM) PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan implementasi RUPTL dekade ini menuntut transformasi jaringan yang jauh lebih andal, fleksibel, dan adaptif.
Menurutnya, penguatan tulang punggung kelistrikan nasional ini sangat mendesak dilakukan seiring meningkatnya integrasi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ke dalam sistem eksisting.
"Kami terus memperkuat keandalan sistem transmisi sebagai backbone penyaluran tenaga listrik. Melalui modernisasi infrastruktur, transformasi digital, dan tata kelola aset yang optimal, PLN menjamin pasokan energi tetap imun dari gangguan demi mendukung akselerasi investasi di Jawa Timur," ungkap Ika dalam sesi panel Surabaya Electric Forum 2026 di Grand City Convex, Kamis, 16 Juli 2026.
Sebagai unit komando yang mengendalikan jaringan transmisi dan gardu induk strategis di wilayah regional Jatim dan Bali, PLN UIT JBM memegang peran besar dalam menjaga kontinuitas operasional kawasan industri utama.
"Stabilitas tegangan menjadi kunci utama daya saing industri manufaktur modern agar terhindar dari risiko operasional akibat kendala daya," ungkap Ika.
Ia menilai, melalui forum yang mempertemukan regulator, asosiasi ketenagalistrikan, akademisi, dan pelaku usaha tersebut, PLN terus berkolaborasi di lintas sektor.
"Sinergi ini ditargetkan mampu mempercepat ekosistem energi bersih sekaligus memastikan sistem kelistrikan nasional siap menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkas Ika.
Editor : B. Wibowo