Tuban, MEMANGGIL.CO – Sepasang rantai besi yang melingkar di kaki seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, seketika menyita perhatian publik.

Bukan karena besinya yang kokoh, melainkan karena pemandangan itu menyisakan luka batin bagi siapa pun yang melihatnya.

Di atas lantai rumah yang sederhana, perempuan itu tampak terbaring. Salah satu kakinya terikat rantai yang disambungkan ke tiang bangunan.

Tak ada suara yang terdengar dari foto itu. Namun gambar tersebut seolah menyampaikan begitu banyak cerita tentang beban hidup, perjuangan keluarga, dan harapan yang perlahan memudar.

Pada Senin (13/7/2026), foto dan video kondisi perempuan itu viral setelah diunggah melalui akun media sosial anggota polisi Lamongan, Purnomo Purnomo.

Dalam narasi unggahannya disebutkan bahwa sang ibu masih merawat dua anak yatim dan diduga mengalami depresi berat akibat tekanan ekonomi.

"IBU WARGA TUBAN PUNYA ANAK YATIM DUA DIRANTAI BESI DIDALAM RUMAH..? Assalamualaikum. Seorang ibu masih merawat dua anak yatim. Karena beban ekonomi sehingga mengalami depresi berat sampai harus dirantai di tiang rumah. Insyaallah segera saya jemput dan saya rawat di yayasan," demikian isi unggahan yang kemudian menjadi perhatian luas masyarakat.

Bagi sebagian orang, rantai itu mungkin hanya benda. Namun bagi banyak warganet, rantai tersebut menjadi simbol dari penderitaan yang selama ini tak terlihat.

Simbol tentang kesehatan jiwa yang kerap terlupakan, kemiskinan yang membelenggu, dan keluarga yang mungkin sedang berjuang dengan segala keterbatasan.

Kolom komentar pun dipenuhi luapan emosi. Ada yang menangis, ada yang marah, dan ada pula yang mempertanyakan kehadiran pemerintah di tengah kondisi yang dinilai memprihatinkan.

Sate Pak Rizki

"Pemkab Tuban podo turu kabeh isen. Ni wong Tuban," tulis akun Zidan Rizgullah.

Komentar lain datang dari akun Endang Kusuma yang singkat namun penuh makna, "Kasihan ibuknya dirantai pak."

Di tengah derasnya perhatian publik, secercah harapan muncul ketika akun yang sama mengabarkan bahwa perempuan tersebut direncanakan akan dijemput untuk mendapatkan perawatan di yayasan yang berada di Kabupaten Lamongan.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti kondisi medis korban maupun alasan sebenarnya keluarga memilih merantai sang ibu.

Termasuk, penyebab dalam kasus ini masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.

Sementara itu, Camat Tambakboyo, Ari Wibowo Waspodo, yang dikonfirmasi mengenai viralnya peristiwa tersebut belum memberikan tanggapan.

Ia pun belum menjelaskan mengenai langkah yang telah dilakukan pemerintah kecamatan maupun koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi perempuan tersebut mendapatkan penanganan yang layak.