Surabaya, MEMANGGIL.CO — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mulai menguji coba produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi.
Program berbasis ekonomi sirkular ini mengolah sampah padat rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif penyuplai sektor industri dan pembangkit listrik.
Fasilitas pengolahan sampah yang dikelola bersama Yayasan Rijig Pradana Wetan tersebut dibekali mesin berkapasitas hingga 10 ton per hari.
Upaya ini ditujukan untuk memangkas volume limbah yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus mendukung percepatan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengungkapkan, pemanfaatan RDF Biomassa menyasar dua masalah utama sekaligus: efisiensi pengelolaan sampah daerah dan penyediaan energi ramah lingkungan.
Produk RDF yang dihasilkan dirancang untuk mendampingi atau menggantikan batu bara pada industri semen, pabrik gula, hingga pembangkit listrik.
"Pengolahan sampah ini menjadi solusi ganda untuk efisiensi limbah dan penyediaan energi hijau. Ke depan, hasil produksi dari Desa Olehsari ditargetkan dapat diserap oleh PLTU Paiton sebagai substitusi batu bara," kata Ika dalam keterangan resminya, Jumat, 23 Juli 2026.
Ika pun menjelaskan, guna mengoptimalkan kapasitas produksi 10 ton per hari, jangkauan pengumpulan sampah rencananya akan diperluas mencakup wilayah Kecamatan Glagah, Licin, dan area Banyuwangi sekitarnya.
"Selain menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan, pengoperasian fasilitas RDF ini diproyeksikan membuka peluang lapangan kerja baru serta mendongkrak perekonomian warga lokal," pungkas Ika Sudarmaja.
Editor : B. Wibowo