Blora, MEMANGGIL.CO - Kabar baik bagi pelaku usaha jasa konstruksi di Kabupaten Blora. Sejumlah paket pekerjaan yang bersumber dari pembangunan lingkungan kelurahan di Kelurahan Bangkle, Kecamatan Blora, mulai dipublikasikan secara terbuka melalui sistem pengadaan pemerintah.
Informasi tersebut terlihat pada laman SPSE INAPROC Kabupaten Blora, yang menampilkan sejumlah paket pekerjaan Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Bangkle.
Publikasi ini menjadi informasi penting bagi penyedia jasa konstruksi maupun jasa konsultansi yang ingin mengetahui pekerjaan yang sedang masuk dalam proses pengadaan.
Dalam data yang terlihat pada Sabtu (8/8/2026), sedikitnya terdapat delapan paket pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan drainase dan pavingisasi jalan lingkungan di Kelurahan Bangkle.
Paket tersebut terdiri atas pekerjaan fisik dan jasa pengawasan konstruksi. Sejumlah paket tercatat masih berada pada tahapan unggah dokumen penawaran, sementara sebagian lainnya telah masuk tahap penandatanganan kontrak.
Drainase dan Pavingisasi, Total HPS Sekitar Rp362,3 Juta
Salah satu paket yang dipublikasikan adalah Fisik Pembangunan Drainase di Lingkungan RW 05 Kelurahan Bangkle dengan HPS sekitar Rp90,1 juta. Paket serupa juga terdapat di Lingkungan RW 04 Kelurahan Bangkle, dengan HPS sekitar Rp90,1 juta.
Untuk mendukung pengawasan pekerjaan fisik tersebut, terdapat paket Pengawasan Pembangunan Drainase di Lingkungan RW 04 Kelurahan Bangkle dengan HPS sekitar Rp3,5 juta, serta Pengawasan Pembangunan Drainase di Lingkungan RW 05 Kelurahan Bangkle dengan HPS sekitar Rp3,5 juta.
Selain drainase, paket pembangunan juga menyasar infrastruktur jalan lingkungan melalui pekerjaan pavingisasi.
Terdapat paket Fisik Pavingisasi Jalan Lingkungan RW 02 Kelurahan Bangkle dengan HPS sekitar Rp90,1 juta. Kemudian Fisik Pavingisasi Jalan Lingkungan RW 01 Kelurahan Bangkle dengan HPS sekitar Rp78,3 juta.
Sementara pekerjaan pengawasannya meliputi Pengawasan Pavingisasi Jalan Lingkungan RW 01 Kelurahan Bangkle dengan HPS sekitar Rp3,2 juta, serta Pengawasan Pavingisasi Jalan Lingkungan RW 02 Kelurahan Bangkle dengan HPS sekitar Rp3,5 juta.
Jika seluruh HPS dari delapan paket tersebut dijumlahkan, nilainya mencapai sekitar Rp362,3 juta. Namun, angka tersebut merupakan akumulasi HPS yang tercantum dalam sistem, bukan nilai kontrak final. Pada sejumlah paket, sistem masih menampilkan keterangan “Nilai Kontrak belum dibuat”.
Bagi kontraktor, munculnya paket-paket tersebut di sistem pengadaan terbuka tentu menjadi informasi yang patut dipantau. Penyedia jasa yang memenuhi persyaratan dapat melihat paket, mempelajari dokumen, mencermati tahapan pengadaan dan mengikuti proses sesuai ketentuan.
Kontraktor monggo merapat. Bukan merapat secara informal, tetapi merapat ke sistem pengadaannya. Cek paketnya, pelajari persyaratannya, siapkan dokumen, kemudian ikuti proses secara resmi.
Keterbukaan tersebut sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelaku usaha untuk mengetahui pekerjaan pemerintah yang tersedia tanpa harus mengandalkan informasi dari mulut ke mulut.
Di sisi masyarakat, publikasi paket pekerjaan juga memberikan gambaran mengenai pembangunan yang akan dilaksanakan di lingkungan mereka.
Drainase menyangkut persoalan aliran air dan lingkungan permukiman, sedangkan pavingisasi berkaitan langsung dengan akses serta mobilitas warga.
Baca juga: Curanmor Dominasi Kriminalitas di Blora, 11 Kasus Masih Misterius
Karena itu, setelah paket dipublikasikan dan proses pengadaan berjalan, perhatian berikutnya tentu berada pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Masyarakat dapat ikut mengawasi apakah pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi, volume, kualitas material dan ketentuan kontrak.
Sementara pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan setiap pekerjaan menghasilkan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Dengan demikian, publikasi proyek Dakel di Bangkle bukan hanya kabar bagi kontraktor, tetapi juga menjadi bagian dari keterbukaan informasi pembangunan.
Kabar baik lur, proyek lingkungan di Bangkle mulai kelihatan di etalase pengadaan. Bagi kontraktor yang memenuhi syarat, monggo merapat ke SPSE, cek paketnya, pelajari dokumennya dan ikuti prosesnya secara resmi. Setelah itu, publik tinggal menunggu satu hal: bagaimana proyek tersebut benar-benar diwujudkan menjadi infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat bagi warga Bangkle.
Editor : Redaksi