Jakarta, MEMANGGIL.CO - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali menunjukkan penguatan menjelang pertengahan Agustus 2026. Berdasarkan harga perdagangan terakhir yang tersedia hingga Minggu (16/8/2026), emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.675.000 per gram, naik Rp11.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Harga tersebut merupakan harga dasar emas batangan yang tercantum pada laman resmi Logam Mulia untuk perdagangan Sabtu (15/8/2026). Sementara jika memperhitungkan PPh 0,25 persen, harga pembelian 1 gram tercatat sekitar Rp2.681.688.
Baca juga: Sebulan Berlalu, Polresta Tuban Belum Tegas Tangani Dugaan Oknum Polisi Pakai Nopol Palsu
Kenaikan tersebut terjadi setelah pasar emas Antam sempat mengalami tekanan cukup kuat pada perdagangan sebelumnya. Pada Jumat (14/8/2026), harga emas Antam berada di level Rp2.664.000 per gram setelah mengalami penurunan Rp36.000.
Artinya, dalam satu hari perdagangan, harga emas kembali berbalik arah. Kenaikan Rp11.000 tersebut membuat harga emas Antam kembali mendekati level Rp2,7 juta per gram.
Pergerakan itu menjadi perhatian masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi maupun penyimpan nilai. Sebab, perubahan harga dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan bahwa pasar emas masih bergerak dinamis.
Harga Buyback Ikut Menguat
Bukan hanya harga jual yang mengalami kenaikan. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut bergerak naik pada perdagangan terakhir.
Harga buyback pada Sabtu (15/8/2026) tercatat Rp2.525.000 per gram, naik Rp15.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.510.000 per gram.
Perbedaan antara harga jual dan harga buyback tersebut perlu diperhatikan masyarakat sebelum membeli emas. Dengan harga jual Rp2.675.000 dan buyback Rp2.525.000, terdapat selisih sekitar Rp150.000 per gram.
Selisih tersebut menjadi salah satu alasan emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen investasi jangka menengah atau panjang daripada sekadar mengejar keuntungan dari perubahan harga dalam waktu sangat singkat.
Sebab, seseorang yang membeli emas pada harga tertentu tidak otomatis memperoleh keuntungan ketika harga naik sedikit. Harga beli, harga jual kembali, pajak, serta selisih harga perlu dihitung sebelum mengambil keputusan.
Pecahan Kecil hingga 1 Kilogram
Kenaikan harga emas Antam juga tercermin pada berbagai ukuran gramasi. Berdasarkan data resmi Logam Mulia untuk perdagangan 15 Agustus 2026, harga emas 0,5 gram berada di Rp1.387.500, sedangkan ukuran 2 gram mencapai Rp5.290.000.
Untuk emas 3 gram, harga dasarnya tercatat Rp7.910.000. Sementara pecahan 5 gram berada di angka Rp13.150.000 dan ukuran 10 gram mencapai Rp26.245.000.
Pada ukuran lebih besar, emas 25 gram dibanderol Rp65.487.000. Kemudian emas 50 gram mencapai Rp130.895.000, sedangkan pecahan 100 gram berada di level Rp261.712.000.
Untuk ukuran 250 gram, harga dasar tercatat Rp654.015.000. Emas 500 gram mencapai Rp1.307.820.000, sedangkan ukuran 1.000 gram atau 1 kilogram berada di angka Rp2.615.600.000.
Perbedaan harga antargramasi membuat harga per gram pada pecahan kecil tidak selalu sama dengan pecahan besar. Hal tersebut antara lain berkaitan dengan biaya produksi dan pencetakan emas batangan.
Mengapa Harga Emas Bergerak?
Kenaikan harga emas Antam tidak berdiri sendiri. Pergerakan harga emas domestik juga berkaitan dengan perkembangan harga emas dunia, nilai tukar dolar Amerika Serikat, ekspektasi suku bunga, serta sentimen investor.
Pada perdagangan terakhir, penguatan emas turut mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS relatif lebih menarik bagi pembeli di luar Amerika Serikat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang ikut menopang harga emas global. Ketika pasar melihat kemungkinan kebijakan moneter AS tidak semakin ketat, emas dapat kembali mendapatkan perhatian sebagai aset yang tidak memberikan bunga tetapi dianggap mampu menjadi penyimpan nilai.
Baca juga: Dari Buku Pop-Up ke Gerakan Zero Waste, Mahasiswa Unesa Ajak Anak Belajar Menjaga Bumi
Namun, kondisi pasar global tetap dapat berubah dengan cepat. Data ekonomi Amerika Serikat, perkembangan inflasi, kebijakan bank sentral, nilai dolar, hingga situasi geopolitik dapat memengaruhi arah harga emas.
Harga Naik, Tetapi Belum Kembali ke Rekor
Meski kembali menguat, harga Antam pada perdagangan terakhir masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi tahun ini.
Data yang tersedia mencatat harga tertinggi emas Antam sepanjang 2026 mencapai Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026. Dengan harga terbaru Rp2.675.000 per gram, posisi tersebut masih berada Rp493.000 di bawah rekor tersebut.
Jika dihitung secara persentase, harga terbaru masih sekitar 15,6 persen di bawah level tertinggi tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan Rp11.000 pada perdagangan Sabtu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa emas telah kembali menuju rekor sebelumnya. Harga emas tetap akan mengikuti dinamika pasar dalam perdagangan berikutnya.
Bagi Pembeli, Jangan Hanya Melihat Harga Naik
Bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan membeli emas pada Minggu (16/8/2026), angka Rp2.675.000 menjadi patokan harga dasar terbaru yang tersedia.
Namun, keputusan membeli emas sebaiknya tidak hanya didasarkan pada pergerakan harga satu atau dua hari. Tujuan investasi, jangka waktu penyimpanan, kemampuan finansial, harga beli, selisih buyback, serta ketentuan pajak perlu diperhitungkan secara bersamaan.
Emas juga memiliki karakter berbeda dengan instrumen investasi lainnya. Harga dapat mengalami kenaikan, tetapi juga dapat terkoreksi ketika sentimen pasar berubah.
Baca juga: Lomba Agustusan Tiga SPPG di Cepu Blora: Dari Tawa, Kekompakan hingga Semangat Melayani
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa emas bukan instrumen yang selalu naik setiap hari. Pergerakan harga dalam jangka pendek dapat berfluktuasi dan tidak menjamin keuntungan.
Minggu Menjadi Momentum Melihat Arah Berikutnya
Minggu (16/8/2026) menjadi hari ketika masyarakat dapat mencermati posisi harga emas setelah penguatan pada perdagangan terakhir.
Harga Antam naik Rp11.000 menjadi Rp2.675.000 per gram pada Sabtu. Harga buyback bahkan naik lebih besar, yakni Rp15.000 menjadi Rp2.525.000 per gram.
Namun, karena Minggu bukan hari perdagangan normal untuk penetapan harga baru Antam, angka tersebut menjadi harga terbaru yang tersedia, bukan harga baru yang ditetapkan khusus pada Minggu.
Perubahan harga berikutnya perlu menunggu pembaruan resmi Logam Mulia pada perdagangan selanjutnya. Harga emas juga dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan harga yang berlaku.
Bagi pemilik emas, kenaikan tersebut menjadi kabar positif karena nilai buyback ikut meningkat. Sementara bagi calon pembeli, pergerakan harga menjadi pengingat bahwa keputusan investasi membutuhkan strategi, bukan sekadar mengikuti tren.
Pada akhirnya, emas tetap memiliki daya tarik karena kemampuannya menjadi salah satu pilihan penyimpan nilai. Tetapi di balik kilau logam mulia tersebut, terdapat dinamika pasar yang harus diperhitungkan.
Per Minggu, 16 Agustus 2026, harga emas Antam terbaru masih mengacu pada perdagangan Sabtu: Rp2.675.000 per gram, dengan buyback Rp2.525.000 per gram. Kenaikan memang kembali terjadi, tetapi arah emas berikutnya masih menunggu perkembangan pasar pada perdagangan selanjutnya.
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Angka dalam berita ini menggunakan data perdagangan terakhir yang tersedia hingga Minggu, 16 Agustus 2026, dengan harga resmi Logam Mulia per 15 Agustus 2026.
Editor : Redaksi