Semarak HUT RI ke-81, Warga Wunut Mojokerto Gelar Tasyakuran dengan 810 Tumpeng Cobek

Reporter : Siswoyo Zies
Tradisi tasyakuran HUT RI ke 81 Warga dusun Wunut, Sampang Agung, kecamatan Kutorejo, Mojokerto.(Zies/Memanggil co)

Mojokerto, MEMANGGIL.CO - Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Dusun Wunut, Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026) malam.

Ribuan warga berkumpul dalam satu suasana penuh kebersamaan melalui tradisi tasyakuran yang dikemas secara unik dan meriah.

Yang membuat kegiatan tahun ini berbeda, warga menyajikan 810 tumpeng cobek. Jumlah tersebut sengaja disesuaikan dengan usia Kemerdekaan Republik Indonesia yang memasuki 81 tahun.

Kegiatan yang digelar di pelataran Dusun Wunut itu digagas Karang Taruna bersama warga setempat. Selain menjadi ungkapan syukur atas kemerdekaan, tradisi tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Kepala Dusun Wunut, Susilo, mengatakan tasyakuran tersebut merupakan bentuk rasa syukur warga dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.

“Acara malam hari ini merupakan peringatan HUT RI ke-81 sekaligus tasyakuran warga Dusun Wunut. Kegiatan ini dimotori Karang Taruna dengan menyajikan 810 tumpeng cobek,” ujarnya.

Menurut Susilo, tradisi tasyakuran telah menjadi agenda tahunan masyarakat Dusun Wunut. Setiap tahun, warga menghadirkan konsep berbeda untuk menambah semarak peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

Pada tahun-tahun sebelumnya, warga pernah menggelar makan bersama dengan konsep memanjang hingga sekitar satu kilometer. Sementara pada peringatan HUT RI ke-81 tahun ini, warga memilih tumpeng cobek sebagai sajian utama.

“Ini adalah upaya kita mempertahankan kearifan lokal agar masyarakat tetap guyub rukun. Warga kita kumpulkan di satu titik pusat dusun untuk bersama-sama bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan, umur panjang, serta rezeki yang berkah,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan. Warga dari berbagai kelompok berkumpul dan duduk bersama tanpa sekat dalam satu rangkaian tasyakuran.

Konsep tersebut sekaligus membedakan tradisi di Dusun Wunut dengan pelaksanaan bari’an yang umumnya dilakukan secara terpisah di sejumlah titik berdasarkan kelompok atau lingkungan masing-masing.

Puncak acara ditandai dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan makan 810 tumpeng cobek secara kolosal. Suasana guyub dan penuh keakraban pun mewarnai kegiatan hingga akhir acara.

Salah seorang warga Wunut RT 3, Anis (48), mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, konsep 810 tumpeng cobek menjadi daya tarik tersendiri karena mampu mengumpulkan warga dalam satu kegiatan.

“Saya sangat senang karena acara ini bisa mengguyubkan warga dalam memperingati HUT RI ke-81. Menariknya, kita mengumpulkan 810 tumpeng cobek,” ungkapnya.

Tradisi tersebut menjadi gambaran sederhana bagaimana peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan hiburan, tetapi juga melalui rasa syukur, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal. 

Sebanyak 810 tumpeng cobek pun menjadi simbol 81 tahun Indonesia merdeka yang dirayakan warga Dusun Wunut dengan semangat guyub dan gotong royong.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru