Jakarta, MEMANGGIL.CO - Masyarakat kini dapat memeriksa status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara mandiri menggunakan telepon seluler. Pengecekan dilakukan secara daring dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui laman resmi yang disediakan untuk pemeriksaan data.
Informasi mengenai desil menjadi penting karena data sosial ekonomi tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan dan kebijakan sosial. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui posisi desil keluarganya sekaligus memastikan data yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Baca juga: Profil Rektor Unsoed Akhmad Sodiq yang Terjaring OTT KPK, Karier Akademik hingga Harta Kekayaan
DTSEN pada dasarnya merupakan basis data yang mengelompokkan masyarakat berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi. Posisi seseorang atau keluarga dalam kelompok desil dapat berubah apabila kondisi sosial ekonominya berubah atau terdapat pembaruan terhadap data yang digunakan pemerintah.
Pengecekan melalui ponsel menjadi salah satu cara yang relatif mudah untuk mengetahui data tersebut. Masyarakat tidak harus datang terlebih dahulu ke kantor pemerintahan apabila ingin melakukan pemeriksaan secara mandiri.
Langkah Cek Desil DTSEN dari Ponsel
Proses pengecekan dapat dilakukan menggunakan browser yang tersedia di telepon seluler. Masyarakat diarahkan menuju laman DTSEN yang digunakan untuk pemeriksaan data.
Setelah halaman terbuka, pengguna perlu memasukkan NIK sesuai dengan data yang tercantum pada KTP. Ketelitian saat memasukkan NIK menjadi hal penting agar proses pencarian data dapat dilakukan dengan benar.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan masyarakat:
- Buka browser melalui HP.
- Akses laman dtsen-form.bps.go.id.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Masukkan kode captcha yang tersedia.
- Pilih menu Cek Data.
- Tentukan tujuan pemeriksaan sesuai kebutuhan.
- Ikuti petunjuk yang muncul pada halaman berikutnya.
Salah satu pilihan tujuan pemeriksaan yang tersedia berkaitan dengan Pendaftar Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Ajaran 2026/2027, selain pilihan tujuan pemeriksaan lainnya. Setelah seluruh tahapan dilakukan, pengguna dapat mengikuti informasi yang ditampilkan sistem.
Masyarakat perlu memastikan NIK yang dimasukkan sudah benar. Selain itu, data pribadi seperti NIK sebaiknya tidak dimasukkan pada situs yang tidak jelas asal-usulnya untuk menghindari penyalahgunaan informasi pribadi.
Apa Itu Desil dalam DTSEN?
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Sistem ini membantu menggambarkan posisi relatif keluarga dalam kelompok kesejahteraan sosial ekonomi yang digunakan dalam pengelolaan data pemerintah.
Pengelompokan tersebut tidak berarti kondisi ekonomi seseorang akan selalu berada pada posisi yang sama. Perubahan pendapatan, kondisi keluarga maupun perubahan keadaan sosial ekonomi lainnya dapat menyebabkan posisi desil berubah seiring pembaruan data.
Karena itu, masyarakat tidak seharusnya menganggap status desil sebagai data yang bersifat permanen. Pemeriksaan secara berkala diperlukan, terutama ketika terdapat perubahan kondisi keluarga atau ketika pemerintah melakukan pemutakhiran data.
Data yang akurat menjadi penting karena pemerintah menggunakan basis data sosial ekonomi dalam proses penentuan sasaran berbagai program. Semakin sesuai data dengan kondisi masyarakat, semakin besar peluang program pemerintah dapat diarahkan kepada kelompok yang memang memenuhi kriteria.
Baca juga: Kecanduan Slot Higgs Games Island, Warga Surabaya Divonis 1 Tahun Penjara
Bagaimana Jika Tidak Bisa Mengecek Secara Online?
Tidak semua masyarakat mungkin dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui internet. Kendala dapat terjadi karena keterbatasan akses, kesulitan menggunakan layanan digital maupun persoalan teknis ketika membuka laman pemeriksaan.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat dapat meminta bantuan pemerintah desa atau kelurahan. Petugas di tingkat desa maupun kelurahan dapat membantu melakukan pemeriksaan melalui sistem yang tersedia.
Agar proses pencocokan data lebih mudah, masyarakat disarankan menyiapkan dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga. Dokumen tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk mencocokkan identitas serta informasi keluarga yang tercatat.
Langkah ini juga dapat menjadi pilihan bagi warga yang tidak memiliki perangkat atau mengalami kesulitan ketika mengakses layanan pemeriksaan secara mandiri.
Desil Tidak Sesuai dengan Kondisi, Jangan Diam
Hasil pengecekan DTSEN tidak selalu menggambarkan kondisi terbaru setiap keluarga. Apabila masyarakat menemukan adanya ketidaksesuaian antara status desil dengan keadaan sosial ekonomi yang sebenarnya, tersedia mekanisme untuk menyampaikan sanggahan atau mengajukan perbaikan data.
Masyarakat dapat menyampaikan kondisi sebenarnya melalui mekanisme yang tersedia. Pemerintah desa atau kelurahan juga dapat menjadi tempat untuk meminta bantuan dan menindaklanjuti persoalan data tersebut.
Baca juga: Demokrat Grobogan Kampanyekan Indonesia Asri Langit Biru
Langkah perbaikan data menjadi penting karena kesalahan informasi dapat memengaruhi proses penentuan sasaran program pemerintah. Dengan melaporkan kondisi yang sebenarnya, masyarakat ikut membantu memperbaiki kualitas data sosial ekonomi nasional.
Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung panik apabila hasil pengecekan desil dianggap belum sesuai. Hal yang lebih penting adalah memastikan data tersebut dapat dikoreksi melalui jalur resmi sehingga informasi yang tersimpan dalam sistem semakin mendekati kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Cek Berkala dan Gunakan Kanal Resmi
Pemeriksaan status desil DTSEN dapat menjadi langkah sederhana bagi masyarakat untuk mengetahui bagaimana data sosial ekonominya tercatat dalam sistem pemerintah. Dengan hanya menggunakan HP dan NIK, pengecekan dapat dilakukan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pemerintahan.
Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan keamanan data pribadi. Penggunaan laman resmi dan kehati-hatian ketika memasukkan NIK menjadi bagian penting agar proses pengecekan tidak justru membuka risiko penyalahgunaan data.
Apabila data yang muncul tidak sesuai, masyarakat memiliki pilihan untuk menggunakan mekanisme sanggah atau meminta bantuan pemerintah desa maupun kelurahan. Dengan cara tersebut, pembaruan DTSEN tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
Pada akhirnya, mengecek desil bukan semata-mata untuk mengetahui apakah seseorang masuk dalam kelompok penerima bantuan. Lebih dari itu, pengecekan dapat menjadi cara bagi masyarakat memastikan data sosial ekonominya tercatat secara benar, sehingga berbagai program pemerintah dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.
Editor : Ahmad Adirin