Surabaya, MEMANGGIL CO— PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menerjunkan personel dan memperketat pengawasan infrastruktur kelistrikan secara serentak di seluruh unit kerjanya.
Upaya tersebut sebagai bentuk kesiagaan dalam mengawal keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan Launching & Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk, Provinsi Bali.
Agenda strategis nasional percepatan transisi energi bersih tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam perhelatan tersebut, Presiden meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking 14 proyek PLTS yang tersebar di 6 provinsi dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp proyek yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 5,52 juta tenaga kerja.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyampaikan kesiapsiagaan seluruh insan PLN merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung agenda strategis pemerintah serta memastikan keandalan sistem transmisi lintas Jawa–Bali.
"Kesiapsiagaan seluruh insan PLN UIT JBM yang diperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan adalah komitmen kami untuk memastikan jaringan transmisi dan gardu induk dalam kondisi aman, andal, serta siap menyokong acara nasional ini," kata Ika dalam keterangan resminya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia mengungkapkan, keandalan jaringan transmisi merupakan fondasi utama dalam mengintegrasikan sumber energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan nasional secara tangguh dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, guna memastikan zero gangguan (zero downtime), PLN UIT JBM juga menggelar inspeksi teknis menyeluruh di sejumlah titik vital.
"Pemeriksaan ketat mencakup kondisi peralatan, sistem proteksi, hingga pengawasan jalur jaringan transmisi," sambung Ika.
Ia membeberkan, lokasi pengawasan ketat di wilayah Bali meliputi Gardu Induk (GI) Sanur, GI Gilimanuk, GI Pemecutan Kelod, GIS Bandar Udara Bali Selatan, dan GIS Pesanggaran.
Sementara itu, untuk memperkuat jalur pasokan listrik dari Jawa menuju Bali, pemeriksaan mendalam juga dilakukan di GI Situbondo, GI Banyuwangi, hingga GISTET Paiton, ULTG Probolinggo.
Selain kesiapan teknis dan personel di lapangan, PLN UIT JBM memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan setempat guna menciptakan situasi yang kondusif selama seluruh rangkaian acara berlangsung.
"Dengan kesiapan infrastruktur transmisi yang optimal ini, PLN UIT JBM menyatakan kesiapannya untuk terus mengakomodasi pertumbuhan energi bersih dan mendukung transformasi ketenagalistrikan nasional menuju sistem yang lebih hijau dan fleksibel di masa depan," pungkas Ika.
Editor : Abdul Rohman