Dugaan keracunan SMAN 1 Tunjungan

Prihatin 9 Siswa SMAN 1 Tunjungan Diduga Keracunan MBG, Gus Arief Turun ke Rumah Sakit dan Hentikan Operasional SPPG

Reporter : Redaksi
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman. (Istimewa)

Blora, MEMANGGIL.CO - Dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SMA Negeri 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, mendapat perhatian langsung dari Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman atau Gus Arief. Orang nomor satu di Kabupaten Blora itu mendatangi rumah sakit dan klinik untuk memastikan kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan medis.

Gus Arief mengunjungi sembilan siswa yang tersebar di dua fasilitas kesehatan pada Kamis (10/9/2026). Tujuh siswa menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetijono Blora, sedangkan dua lainnya dirawat di Klinik Citra Mulia Tunjungan.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Arief didampingi Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora dan Ketua BAZNAS Blora. Selain melihat langsung kondisi para siswa, kunjungan tersebut menjadi bagian dari respons Pemkab Blora setelah muncul dugaan gangguan kesehatan yang dialami pelajar.

“Tadi kami mengunjungi RSUD Blora. Di sana masih terdapat sekitar tujuh siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang sedang menjalani proses perawatan,” ujar Gus Arief.

Ia kemudian memastikan terdapat dua siswa lainnya yang masih mendapat perawatan di Klinik Citra Mulia sehingga total ada sembilan siswa yang dikunjunginya.

Bupati menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa para pelajar tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah mengambil sejumlah langkah untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Blora adalah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Sampel makanan telah diamankan dan dikirim ke laboratorium di Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan,” kata Gus Arief.

“Sampel makanan tersebut sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji lebih lanjut,” lanjutnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk mengetahui apakah makanan tersebut memang berkaitan dengan kejadian yang dialami para siswa. Karena itu, Pemkab Blora masih menunggu hasil uji sebelum menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.

Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Di tengah proses pemeriksaan, Pemkab Blora mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara operasional SPPG yang diduga berkaitan dengan penyediaan makanan bagi siswa. Penghentian tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan dan proses investigasi lebih lanjut.

Gus Arief mengatakan rekomendasi penutupan telah disampaikan dan penghentian sementara operasional SPPG telah dilakukan sejak Rabu (9/9/2026). Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak muncul kejadian serupa selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Kami telah merekomendasikan agar operasional SPPG tersebut ditutup,” tegas Gus Arief.

“Penutupan sementara sudah dilakukan sejak hari Rabu kemarin,” imbuhnya.

Pemkab Blora tidak hanya menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut.

Menurut Gus Arief, tim dari BGN Pusat dijadwalkan turun langsung ke Blora untuk melihat kondisi di lapangan. Kehadiran tim tersebut diharapkan dapat memperkuat proses evaluasi terhadap penyelenggaraan program makanan bergizi.

“Besok, rencananya tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga akan turun langsung ke Blora,” ujar Gus Arief.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai rangkaian kejadian yang dialami para siswa.

Langkah penghentian sementara SPPG menjadi bagian dari upaya Pemkab Blora mengutamakan keamanan penerima manfaat. Apalagi program makan bergizi menyasar anak-anak sekolah sehingga aspek kebersihan, kualitas bahan, proses pengolahan hingga distribusi makanan harus menjadi perhatian utama.

Gus Arief Minta Semua SPPG Evaluasi

Kejadian di SMAN 1 Tunjungan juga menjadi peringatan bagi seluruh penyelenggara program makanan bergizi di Kabupaten Blora. Gus Arief meminta setiap SPPG memperketat pengawasan terhadap kualitas dan keamanan pangan.

Menurutnya, standar keamanan pangan tidak boleh hanya dipenuhi secara administratif. Setiap tahapan pengelolaan makanan harus benar-benar diperhatikan untuk mencegah munculnya persoalan kesehatan bagi penerima manfaat.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian bagi SPPG lainnya agar selalu menjaga kualitas, mutu, dan keamanan pangan secara ketat,” kata Gus Arief.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Blora.

Evaluasi juga diperlukan agar program makanan bergizi tetap berjalan dengan aman dan memberikan manfaat sesuai tujuan awal. Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait selama proses pemeriksaan kasus tersebut berlangsung.

Di sisi lain, kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan menjadi perhatian utama Pemkab Blora. Bupati berharap seluruh pelajar yang terdampak dapat segera pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Semoga para siswa yang masih menjalani perawatan segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala,” pungkas Gus Arief.

Kasus dugaan keracunan di SMAN 1 Tunjungan kini masih dalam proses pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Sambil menunggu hasil laboratorium dan investigasi BGN, penghentian sementara operasional SPPG menjadi langkah antisipatif Pemkab Blora untuk menjaga keamanan pangan bagi para penerima program.

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru