30 Seniman Kaligrafi Se-Jawa Adu Kreativitas di Fesyar Regional 2026

Reporter : Adji
Deputi Direktur BI Prov.Jatim, Agung Budi Laksono (tengah) usai membuka lomba Kaligrafi (Adji/Memanggil co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 30 seniman kaligrafi dari berbagai daerah di Pulau Jawa unjuk kemampuan dalam kompetisi kaligrafi tingkat regional yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2026 di Surabaya.

Kompetisi yang digelar Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur tersebut mempertemukan para peserta untuk mengolah ayat-ayat suci Al-Qur'an menjadi karya seni kaligrafi yang tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga mengandung pesan dan nilai spiritual.

Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Agung Budi Laksono, mewakili jajaran pimpinan Bank Indonesia secara resmi membuka kompetisi tersebut pada Jumat (25/9/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perlombaan kaligrafi tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan kemenangan.

Menurut Agung, kompetisi tersebut juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai keagamaan, membangun inspirasi positif, sekaligus memperkuat semangat sportivitas di antara para peserta. Karena itu, seluruh peserta diberikan kesempatan dan perlakuan yang setara selama mengikuti perlombaan.

Kesetaraan tersebut diterapkan mulai dari penempatan area lomba hingga fasilitas yang digunakan peserta. Ukuran kanvas maupun perangkat melukis juga disediakan secara seragam untuk menjaga objektivitas dan menciptakan kondisi kompetisi yang adil.

Sementara itu, proses penilaian karya diserahkan kepada dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang kaligrafi. Di antara juri yang terlibat dalam kompetisi tersebut yakni Ustaz Sulaikan dan Ustaz Yasmin.

Agung mengatakan seni kaligrafi memiliki dimensi yang lebih dalam dibandingkan sekadar karya visual. Setiap goresan dalam kaligrafi, menurutnya, dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan kebaikan sekaligus memperkuat nilai estetika Islam.

"Melalui karya yang dihasilkan, para peserta diharapkan mampu memberikan pengaruh positif dalam menginspirasi peningkatan ketakwaan masyarakat. Selain itu, dedikasi serta ketekunan peserta selama proses perlombaan dipandang sebagai fondasi penting dalam mengasah keterampilan seni sekaligus membentuk karakter di masa depan," kata Agung, Jumat (25/9/2026).

Kompetisi tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian Fesyar Regional Jawa 2026 yang digelar di Surabaya. Kehadiran puluhan peserta dari berbagai daerah di Pulau Jawa sekaligus menunjukkan bahwa seni kaligrafi masih memiliki ruang untuk terus berkembang di tengah penguatan ekosistem ekonomi dan budaya syariah.

Bank Indonesia berharap penyelenggaraan Fesyar tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta, institusi pendidikan, keluarga, serta masyarakat secara luas.

"Bank Indonesia optimistis penguatan unsur seni dan budaya Islami ini dapat terus menopang pilar pengembangan ekosistem ekonomi syariah, baik di tingkat Jawa Timur, Pulau Jawa, hingga nasional," pungkas Agung.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru