Kapolri Listyo Sigit dan Gus Baha Bicara Ulama-Umara di Pesantren Narukan Rembang

Reporter : Redaksi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengikuti acara Ngaji Kebangsaan bersama KH Bahauddin Nur Salim di Ponpes LP3iA, di Desa Narukan, Kragan, Rembang, Sabtu (26/9/2026). (Istimewa)

Rembang, MEMANGGIL.CO - Pertemuan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha di Pondok Pesantren LP3iA, Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026), diwarnai pembahasan tentang hubungan ulama dan umara dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Kapolri datang ke pesantren yang diasuh Gus Baha tersebut untuk mengikuti Ngaji Kebangsaan bersama para santri dan anggota kepolisian. Rombongan Sigit tiba di lapangan Desa Narukan sekitar pukul 09.55 WIB menggunakan dua helikopter Polri berwarna putih-biru.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengawali sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha karena telah memberikan kesempatan untuk bertemu dan mengikuti pengajian di lingkungan pesantren.

“Ini tentu kesempatan yang tidak semua mendapatkan ini. Tidak semua institusi mendapatkan kesempatan ini. Dalam kesempatan ini tentunya kami mengucapkan terima kasih atas perkenaannya sehingga kita semua saat ini bisa bertatap muka. Mudah-mudahan setelah ini kita bisa melaksanakan tausiyah dan ngaji kebangsaan,” katanya.

Kapolri kemudian membawa pembahasan pada relasi ulama dan umara yang menurutnya memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Indonesia. Ia menyebut keduanya pernah berada dalam satu perjuangan ketika bangsa Indonesia berupaya merebut kemerdekaan.

“Perjalanan kita, umara dan ulama adalah perjalanan yang sangat panjang, cukup panjang, bagaimana kita bersama-sama berjuang pada saat itu untuk meraih kemerdekaan,” ujarnya.

Kapolri menilai kontribusi ulama dalam sejarah bangsa tidak sebatas mendidik dan mendoakan masyarakat. Ulama juga disebut ikut terlibat dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

“Bagaimana peran dari ulama pada saat itu yang tidak hanya mendidik, mendoakan, namun juga ikut meraih kemerdekaan termasuk juga mempertahankan kemerdekaan. Itu yang selalu dilaksanakan bersama-sama,” imbuhnya.

Setelah kemerdekaan diraih, Kapolri menyebut tanggung jawab umara kemudian berlanjut pada upaya mengisi kemerdekaan. Tugas tersebut, kata dia, berkaitan dengan pelaksanaan amanah rakyat dan cita-cita para pendiri bangsa.

“Saat ini umara tentunya memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan, untuk melaksanakan amanah rakyat, amanah para pendiri bangsa,” katanya.

Gus Baha dalam pengajian tersebut kemudian memberikan perspektif mengenai peran berbagai unsur dalam kehidupan masyarakat. Ia menyebut aparat negara memiliki tanggung jawab yang melekat pada tugas kedinasannya.

Menurut Gus Baha, polisi, tentara, dan pegawai negara menjalankan kewajiban sesuai fungsi masing-masing, termasuk karena terdapat fasilitas yang diberikan negara untuk menunjang pekerjaan tersebut.

“Apapun baiknya polisi atau tentara atau pegawai-pegawai negara yang lain, itu ada sisi karena itu tugasnya dan dapat fasilitas. Itu yang menjadikan satu kewajiban yang tidak bisa ditawar karena memang itu tugasnya dan diperuntukkan ke sana. Kalau tokoh-tokoh masyarakat itu kan kultural,” tuturnya.

Gus Baha juga menyinggung hubungan personalnya dengan Kapolri. Ia mengatakan telah mengenal Sigit sejak lama dan beberapa kali berdiskusi dengannya.

“Pak Sigit ini orang Jogja, saya lama di Jogja. Beliau orang Maguwo. Jadi akhlak atas nama orang Jawa itu sudah baik, saling menghormati. Saya sering diskusi sama Pak Sigit,” kata Gus Baha.

Dalam bagian lain pengajiannya, Gus Baha menyampaikan bahwa usaha manusia tetap memiliki batas karena hasil akhirnya berada dalam ketentuan Allah SWT.

“Seperti Pak Kapolri tadi cerita, kita sudah berusaha tetapi yang menentukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” katanya.

Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren LP3iA tersebut diikuti para santri dan anggota kepolisian. Pertemuan Kapolri dengan Gus Baha berlangsung dalam rangkaian kunjungan ke Desa Narukan, Kecamatan Kragan.

Usai kegiatan pengajian, Kapolri bersama rombongan melanjutkan agenda pertemuan tertutup di kediaman Gus Baha. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Kapolri di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru