Pramuka Tawangharjo Galang Bumbung Kemanusiaan, Rp8,5 Juta Disalurkan untuk Korban Kebakaran Grobogan

Reporter : Dendra
Penyerahan bantuan korban kebakaran di Kecamatan Tawangharjo, Grobogan. (MEMANGGIL.CO/Kwarcab Grobogan).

Grobogan, MEMANGGIL.CO - Musibah kebakaran yang menimpa warga Desa Tarub dan Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, menggerakkan kepedulian anggota Gerakan Pramuka setempat.

Melalui gerakan Bumbung Kemanusiaan, Kwartir Ranting (Kwarran) Tawangharjo berhasil menghimpun bantuan dari para anggota Pramuka untuk kemudian disalurkan langsung kepada warga yang terdampak kebakaran.

Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp8,5 juta, ditambah sejumlah kebutuhan pokok atau sembako. Bantuan tersebut disalurkan di dua lokasi kepada lima warga yang menjadi korban kebakaran pada pertengahan Agustus 2026.

Ketua Kwarran Tawangharjo, Suharyono, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian dan donasi sukarela anggota Pramuka di lingkungan Kwarran Tawangharjo.

“Bantuan yang dihimpun dari bumbung kemanusiaan dan donasi anggota Pramuka ini diharapkan dapat sedikit mengurangi beban serta mempercepat pemulihan para korban,” kata Suharyono.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Kamis, 24 September 2026. Lokasi pertama berada di Dusun Trisik, Desa Tarub, tempat dua warga, Slamet dan Mahrudi, menjadi korban kebakaran pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Dari Desa Tarub, rombongan Kwarran Tawangharjo kemudian melanjutkan penyaluran ke Dusun Pojok, Desa Godan. Di lokasi tersebut, bantuan diberikan kepada Sanusi, Jami dan Endang yang rumahnya terbakar pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai. Para korban juga menerima paket sembako yang berisi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari gula, teh, minyak goreng, mi instan, kopi, susu, tepung terigu, kecap hingga telur.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh jajaran pengurus Kwarran Tawangharjo dan turut dihadiri Pengurus PGRI Cabang Tawangharjo, perwakilan Kamabigus, Kepala Desa Tarub serta Kepala Dusun Godan Timur.

Suharyono menegaskan, aksi tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan nilai-nilai yang selama ini diajarkan dalam Gerakan Pramuka.

“Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk pengamalan nyata dari Dasa Darma, khususnya darma kedua, ‘Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia’, serta keharusan setiap anggota Pramuka untuk senantiasa rela menolong dan tabah,” ujarnya.

Menurutnya, musibah yang dialami warga Tarub dan Godan tidak hanya menjadi persoalan keluarga yang terdampak. Kepedulian dari lingkungan sekitar diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi korban untuk melewati masa pemulihan setelah kehilangan akibat kebakaran.

Gerakan Bumbung Kemanusiaan menjadi salah satu cara anggota Pramuka Tawangharjo mengubah kepedulian menjadi bantuan konkret. Donasi yang terkumpul kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan yang langsung diterima oleh warga terdampak.

Sementara itu, Kepala Desa Tarub Maskuri menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kwarran Tawangharjo yang telah memberikan perhatian kepada warganya.

Maskuri mengatakan, kehadiran Pramuka untuk membantu korban menjadi bagian dari semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

“Kepedulian dan kehadiran yang ditunjukkan oleh jajaran Kwartir Ranting Tawangharjo menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan di Kecamatan Tawangharjo masih sangat kuat,” tutur Maskuri.

Bagi para korban, bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan setelah musibah.

Sementara bagi Gerakan Pramuka Tawangharjo, aksi tersebut menjadi wujud bahwa nilai pendidikan karakter tidak berhenti dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian langsung kepada masyarakat.

Aksi kemanusiaan itu sekaligus memperkuat pesan bahwa ketika musibah terjadi, solidaritas masyarakat dapat menjadi salah satu penopang penting bagi korban untuk kembali bangkit dan menata kehidupan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru