Hari ke-16 SAR KM Virgo Transport 8, Lima Jenazah Ditemukan di Deck Ekonomi

Reporter : Saputra
Jenazah korban saat dievakuasi di KRI I Gusti Ngurah Rai-332.(Dok.TNI AL/ Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8 memasuki hari ke-16 dengan kembali membuahkan hasil. Tim penyelam gabungan TNI AL Koarmada II dan Basarnas menemukan lima jenazah di dalam badan kapal yang berada di dasar perairan.

Lima korban tersebut ditemukan pada Senin (28/9/2026) di bagian lambung kanan buritan, tepatnya kawasan Deck Ekonomi KMP Virgo Transport 8. Kelima korban terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan.

Penemuan tersebut menjadi bagian dari operasi SAR gabungan yang terus dilakukan untuk menyisir bagian dalam kapal sekaligus mencari korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Penyelaman dilakukan oleh personel Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba) dan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada II bersama penyelam Basarnas Special Group (BSG).

Kondisi bangkai kapal yang belum sepenuhnya stabil menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Tim penyelam juga harus menghadapi keterbatasan jarak pandang, benda-benda yang berpotensi membahayakan serta kondisi ruang kapal yang menyulitkan pergerakan.

Proses evakuasi lima korban dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi struktur kapal dan situasi bawah laut. Keselamatan penyelam tetap menjadi pertimbangan utama selama proses pencarian dan pengangkatan korban.

Selain menemukan jenazah, tim penyelam juga mengeluarkan sejumlah benda dari dalam kapal. Barang yang dievakuasi antara lain kasur, bantal, guling, almari hingga swimvest.

Untuk menjaga efektivitas operasi sekaligus mengurangi risiko bagi personel, kegiatan penyelaman dibagi dalam lima gelombang. Setiap gelombang diarahkan untuk mendukung proses pencarian, evakuasi korban maupun pengambilan benda dari dalam kapal.

Empat jenazah yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa menuju KRI I Gusti Ngurah Rai-332. Selanjutnya, keempat korban diterbangkan menggunakan helikopter Panther HS-1311 menuju Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi.

Sementara satu jenazah lainnya dibawa menggunakan KN Purworejo untuk menjalani proses penanganan berikutnya.

Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya mengatakan pengerahan unsur dan kemampuan TNI AL dalam operasi tersebut merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan.

Menurut dia, keberadaan kapal perang dan personel penyelam yang memiliki kemampuan khusus terus dimaksimalkan untuk mendukung pencarian dan penanganan korban.

“Hal ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Laut melalui Koarmada II dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan mengerahkan kemampuan personel penyelam yang profesional dan terlatih, serta unsur kapal perang TNI AL terus hadir untuk membantu proses penanganan musibah hingga seluruh upaya dapat dilaksanakan secara maksimal,” terang Alit Jaya.

Dalam operasi tersebut, Koarmada II tidak hanya mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Spica-934. Dua kapal perang lainnya, yakni KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan KRI Bung Hatta-370, turut ditambahkan untuk mendukung operasi.

Pengerahan berbagai unsur tersebut dilakukan di tengah operasi SAR yang masih berlangsung. Pada perkembangan sebelumnya, Basarnas menyebut operasi hari ke-16 masih diarahkan untuk mencari korban yang belum ditemukan di perairan Laut Jawa.

KMP Virgo Transport 8 sebelumnya mengalami kecelakaan di perairan Masalembo setelah berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 13 September 2026. Kapal tersebut membawa 243 orang berdasarkan manifes awal dan operasi SAR terus dilakukan setelah kapal mengalami musibah.

Seiring berjalannya operasi, pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar badan kapal. Tim SAR juga melakukan penyisiran di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Tengah karena terdapat korban yang ditemukan di luar lokasi utama kecelakaan.

Temuan lima jenazah di Deck Ekonomi pada hari ke-16 kembali menunjukkan bahwa pencarian di dalam badan kapal masih menjadi bagian penting dari operasi. Tim gabungan terus melakukan penyelaman secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal dan keselamatan personel.

Operasi SAR pun masih berlanjut untuk menemukan korban lainnya dan memberikan kepastian kepada keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar anggota keluarganya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru