Surabaya, MEMANGGIL.CO - Kisah Fredo Dimas Saputro membuktikan keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi. Atlet sepak bola amputasi yang pernah membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2022 itu kini menorehkan pencapaian baru dengan meraih gelar Sarjana Hukum.
Fredo resmi diwisuda dalam prosesi Wisuda ke-55 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (31/10/2026). Momen tersebut semakin istimewa setelah Rektor Umsura memberikan apresiasi berupa beasiswa untuk melanjutkan studi S2 Hukum.
Fredo mengaku tak menyangka mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan dengan beasiswa tersebut. Ia berjanji memanfaatkannya sebaik mungkin.
"Alhamdulillah di kesempatan wisuda kali ini tidak menyangka, jika saya akan diberikan beasiswa S2. Terima kasih Umsura, saya akan menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," katanya.
Pemberian beasiswa itu menjadi salah satu bentuk komitmen Umsura dalam mendukung pendidikan inklusif, termasuk membuka kesempatan bagi mahasiswa difabel untuk terus mengembangkan kemampuan akademik.
Di balik keberhasilannya, Fredo menyimpan perjalanan panjang yang penuh ujian. Kecintaannya terhadap sepak bola tumbuh sejak sekolah dasar, ketika sang ayah mengenalkannya pada olahraga tersebut dan mendaftarkannya ke Sekolah Sepak Bola (SSB).
"Saat orang tua mengetahui potensi saya dalam olahraga, mulai saya SD sudah diikutkan SSB," ujarnya.
Namun, perjalanan itu berubah ketika Fredo duduk di kelas 4 SD. Sang ayah meninggal dunia, sementara ibunya harus bekerja di luar kota untuk menghidupi keluarga dan membesarkan dua anak.
"Yang paling berat ketika saya kelas 4 SD, ayah berpulang dan saya harus kehilangan salah satu motivator terbaik," ucapnya.
Meski kehilangan sosok ayah, Fredo tidak meninggalkan sepak bola. Ia terus mengukir prestasi sejak SD hingga SMP, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, sampai provinsi.
Cobaan kembali datang ketika duduk di kelas 2 SMK. Fredo mengalami cedera saat mengikuti kejuaraan antardaerah hingga harus berhenti bermain selama tiga bulan. Kondisi itu sempat membuatnya kehilangan semangat dan hampir menyerah.
"Waktu itu kejuaraan antarprovinsi. Sempat down, putus asa, bahkan saya sempat berhenti selama tiga bulan. Namun, berkat dorongan orang tua dan orang-orang sekitar akhirnya saya bangkit lagi," tuturnya.
Keputusan untuk bangkit menjadi awal pencapaian besar dalam kariernya. Pada 2022, Fredo meraih Juara 1 Liga Sepak Bola Amputasi Nasional dan ikut membawa Timnas Indonesia menjadi runner-up Amputee Football World Cup Qualifiers Zona Asia Timur di Bangladesh.
Hasil tersebut mengantarkan Indonesia mencatat sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia Sepak Bola Amputasi 2022 di Turki.
Deretan prestasinya berlanjut dengan meraih Juara 3 Piala Menpora Amputee Football 2022. Setahun kemudian, ia menjadi juara pertama Bupati Cup Jember 2023 dan Artalive Challenge Cup di Malaysia.
Bagi Fredo, sederet pencapaian itu tidak lepas dari kerja keras, doa, serta dukungan keluarga. Pesan sang ibu agar tidak pernah meragukan kemampuan diri menjadi pegangan yang terus menguatkannya.
"Pesan itu selalu saya ingat, apalagi melihat perjuangan ibu setelah ayah meninggal, saya selalu ingin membuatnya bangga," imbuhnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Fredo kini menatap dua target sekaligus. Ia ingin terus mengembangkan karier sebagai atlet hingga berkiprah di luar negeri, sekaligus mengejar cita-cita menjadi pengusaha dan notaris.
Editor : Redaksi