Surabaya, MEMANGGIL.CO - Legenda Reog Ponorogo kini tak hanya hidup dalam pertunjukan seni tradisional. Seorang guru SMK di Jawa Timur berhasil mengemas cerita budaya tersebut menjadi film animasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga meraih juara pertama dalam pelatihan tingkat provinsi.
Guru tersebut adalah Endy Bagus Setyawan Ramadhani dari SMKS PGRI 2 Ponorogo. Karya film AI yang mengangkat legenda Reog Ponorogo itu dinobatkan sebagai yang terbaik dalam program pelatihan pembuatan film dan animasi berbasis AI yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Jawa Timur.
"Saya awalnya mengira pelatihan biasa, seperti sertifikasi guru. Ternyata prosesnya cukup panjang dan hasilnya bisa membuka kesempatan untuk berangkat ke China," kata Endy, Sabtu (31/10/2026).
Prestasi tersebut menjadi salah satu hasil program pengembangan kompetensi guru vokasi yang menggandeng Boke Technology. Pelatihan berlangsung selama dua bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2026, dengan melibatkan 50 guru SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Program ini tidak sekadar mengenalkan teknologi kecerdasan buatan. Para guru juga ditantang menghasilkan karya kreatif dengan mengangkat kekayaan legenda, budaya, dan sejarah Jawa Timur ke dalam format film maupun animasi digital.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, pelatihan dilaksanakan secara bertahap dengan fokus awal pada produksi film dan animasi berbasis AI. Hasil akhirnya berupa karya audiovisual yang mengangkat cerita legenda maupun sejarah daerah.
"Dari pelatihan tersebut, dihasilkan karya akhir berupa video animasi atau film berbasis AI yang mengangkat legenda maupun sejarah Jawa Timur," ujar Aries.
Dari Legenda Daerah hingga Kompetisi Gim AI di Shanghai
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai teknik menyusun prompt atau instruksi agar kecerdasan buatan mampu menghasilkan gambar dan video sesuai konsep. Kemampuan tersebut menjadi dasar penting dalam proses produksi konten digital berbasis AI.
Peserta juga diperkenalkan dengan WonderClip AI. Platform tersebut memiliki sejumlah fitur, mulai dari text-to-image, image-to-video, hingga penyusunan alur cerita melalui fitur kanvas.
Pelatihan dilaksanakan secara daring dengan pendampingan dua kali setiap pekan. Selama dua bulan, peserta juga dituntut belajar mandiri dan menyelesaikan tugas secara bertahap hingga menghasilkan karya akhir.
Hasil karya peserta kemudian dinilai oleh Boke Technology bersama tim Science Techno Park Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dari proses penilaian tersebut, Endy berhasil menempati posisi juara pertama melalui film AI yang mengangkat legenda Reog Ponorogo.
Selain Endy, prestasi juga diraih Imron Hari Budisetyo, guru DKV dan Informatika SMKN 1 Takeran, Kabupaten Magetan. Ia melihat teknologi AI memiliki peluang besar untuk diterapkan dalam pembelajaran sekaligus meningkatkan kreativitas siswa.
Imron bahkan berencana menularkan kemampuan menyusun prompt kepada anak didiknya. Salah satu penerapannya adalah membuat iklan produk agar hasil karya siswa memiliki tampilan lebih menarik dan kompetitif.
"Dengan AI, siswa bisa belajar mengembangkan iklan produk dan mengemas produk yang mereka buat menjadi konten yang lebih menarik," jelas Imron.
Di sekolahnya, pengenalan teknologi film dan animasi AI saat ini sudah mulai dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 11 hingga 12 siswa yang tertarik mengembangkan kemampuan produksi konten digital.
Tak berhenti pada pelatihan film dan animasi, Dindik Jatim juga menyiapkan tahap pengembangan kompetensi berikutnya. Sebanyak 15 peserta dengan karya terbaik dipilih untuk mendapatkan apresiasi sekaligus mengikuti pelatihan lanjutan pembuatan gim berbasis AI.
Program lanjutan tersebut diawali melalui pembelajaran secara luring di kantor Dindik Jatim, kemudian diteruskan secara daring. Para peserta dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi pembuatan gim berbasis AI di Shanghai, China, yang direncanakan berlangsung Januari 2027.
"15 peserta dengan karya terbaik mendapatkan kesempatan mengikuti pembelajaran lanjutan untuk mempersiapkan diri dalam kompetisi pembuatan gim berbasis AI di Shanghai, China, yang direncanakan Januari 2027," terang Aries.
Sementara itu, peserta lain yang mengikuti pelatihan tetap mendapatkan sertifikat kompetensi dari Boke Technology. Dengan demikian, seluruh peserta diharapkan membawa pulang kemampuan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Aries berharap pelatihan tersebut mampu memperkuat kompetensi guru SMK dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Guru diharapkan tidak hanya mengenalkan AI sebagai alat bantu, tetapi juga membimbing siswa menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai tambah.
"Harapannya, kompetensi yang diperoleh para guru dapat dikembangkan di sekolah dan memberikan manfaat bagi siswa. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai tambah," pungkas Aries.