Pasutri di Tuban Raup Cuan dari Kerajinan Udeng Batik Tulis

Reporter : Khusni Mubarok
Kerajinan udeng batik tulis khas Tuban.

MEMANGGIL.CO – Pasangan suami istri (pasutri) Manaf Abdi dan Rasulinda menghasilkan cuan dari kerajinan udeng batik khas Tuban. Pasutri warga desa Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban ini memodifikasi desain ikat kepala yang diproduksinya, sehingga banyak digandrungi generasi milenial.

Sebagai peninggalan budaya berusia ratusan tahun, popularitas udeng sempat redup. Bahkan, ikat kepala warisan budaya jawa ini tidak dikenal generasi muda sekarang. Anak-anak muda lebih suka memakai topi atau aksesoris kepala lain yang dianggap lebih kekinian.

Baca juga: Sasar Rumah Mewah, Pria Tak Dikenal Sekap Mama Muda di Tuban 

Ide kerajinan ini, berangkat dari niat untuk mempopulerkan warisan budaya. Manaf Abdi kemudian mengajak sang istri beralih memproduksi udeng. Setelah beberapa kali mencoba, pasutri satu anak ini akhirnya berhasil memodifikasi desain udeng batik tulis khas Tuban, sehingga disukai berbagai kalangan.

“Usaha ini saya rintis dengan istri mulai tahun 2017. Niat awalnya memang ingin mempopulerkan warisan budaya leluhur,” kata Manaf kepada awak media, Sabtu (19/08/2023).

Tak hanya lokal Tuban, pemasaran udeng khas Tuban ini juga telah meluas ke luar daerah. Dalam sehari, mereka harus memproduksi minimal tiga puluh udeng untuk memenuhi pesanan konsumen.

Baca juga: Tragedi Laka Kerja di Penggilingan Padi Tuban, Pekerja Tewas Diduga Terkait K3 Lemah

“Saat ini pesanan yang masuk untuk 17an dan berbagai acara di Kecamatan dan Desa-desa ada 300 udeng,” ungkap Manaf.

Pasutri Manaf Abdi dan Rasulinda, konsisten hanya memproduksi udeng jenis brangkos wangon khas Tuban. Bahan pembuatan juga konsisten menggunakan batik tulis Tuban.

Pesanan udeng biasanya mengalami lonjakan mendekati perayaan hari besar, seperti HUT RI dan Hari Jadi Tuban. Untuk harga dipatok bervariasi antara Rp.30.000 sampai Rp.250.000 per buah, bergantung bahan batiknya. Sebab, satu lembar kain batik tulis hanya mampu dijadikan sekitar delapan udeng.

Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tuban Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat dan Penyandang Disabilitas

Tak hanya masyarakat umum, udeng batik tulis khas Tuban juga digemari para pegawai serta pejabat Pemerintahan. Kini, udeng khas Tuban seakan menjadi ikon wajib yang harus dipakai, baik pada acara formal maupun non formal.

“Ini pesan cukup banyak untuk acara agustusan di Kecamatan Jatirogo. Disini memang kualitasnya bagus dan punya ciri khas,” tandas Nur Hendro, salah satu pelanggan.

Editor : Khusni Mubarok

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru