Sumedang, MEMANGGIL.CO - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri dialog bersama siswa dan orang tua di Sekolah Rakyat Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Kamis (1/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul menyoroti peran Sekolah Rakyat dalam memberikan pendidikan sekaligus mendukung upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila. Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi atas tersedianya gedung permanen Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.
Sekolah Rakyat Sumedang berdiri di atas lahan seluas lebih dari tujuh hektare yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Sementara pembangunan gedung dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Gedung ini difasilitasi tempat ibadah baik muslim maupun non-muslim, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, hingga fasilitas untuk kegiatan ekstrakurikuler," ujar Gus Ipul.
Sekolah Rakyat Sumedang menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Sistem pendidikannya menggunakan pola boarding school selama 24 jam dengan pembinaan yang melibatkan kepala sekolah, guru, wali asrama dan wali asuh.
Selain pembelajaran formal, siswa mendapatkan pendidikan karakter selama tinggal di lingkungan asrama. Pola tersebut dirancang untuk mendukung proses pendidikan sekaligus pembentukan sikap dan kedisiplinan siswa.
Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, intervensi pemerintah tidak hanya diarahkan kepada anak yang bersekolah, tetapi juga kepada keluarga siswa.
Program pendampingan keluarga antara lain mencakup pemberdayaan ekonomi, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu, serta bantuan Penerima Bantuan Iuran atau PBI Jaminan Kesehatan. Program tersebut diharapkan dapat membantu keluarga siswa meningkatkan kondisi sosial dan ekonominya.
"Harapannya nanti saat anaknya lulus sekolah, keluarganya sudah menjadi keluarga mandiri dan tidak perlu mendapatkan bansos lagi," jelas Gus Ipul.
Menurutnya, pola tersebut diharapkan membuat proses pengentasan kemiskinan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Mensos Soroti Kondisi Siswa
Dalam dialog tersebut, Gus Ipul juga menyoroti kondisi sebagian siswa Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga rentan. Beberapa siswa disebut memiliki latar belakang sebagai korban kekerasan sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus.
"Siswa di sini adalah siswa istimewa. Oleh karena itu, seluruh tenaga pendidik harus bekerja dengan empati dan hati," kata Gus Ipul.
Ia meminta tenaga pendidik memperhatikan kondisi siswa secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan mental. Pendekatan tersebut dinilai penting agar proses pendidikan dapat berjalan sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Gus Ipul juga meminta dukungan TNI dan Polri dalam pembinaan siswa. Dukungan tersebut terutama diarahkan untuk membantu memperkuat kedisiplinan selama siswa mengikuti pendidikan.
"Kami juga meminta dukungan dari TNI-Polri untuk membantu memperkuat kedisiplinan para siswa," tambahnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Sumedang diharapkan memberikan akses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari program pemerintah dalam meningkatkan kondisi keluarga penerima manfaat.
Pemerintah menargetkan pendidikan yang diterima anak berjalan beriringan dengan upaya mendorong keluarga menuju kehidupan yang lebih mandiri.