MEMANGGIL.CO — Menjelang Hari Raya Idul Adha, para peternak hewan kurban di Kecamatan Cepu, Jawa Tengah, mulai kebanjiran pesanan. Permintaan sapi kurban meningkat signifikan, mulai dari kelas ekonomis hingga sapi jumbo berbobot lebih dari satu ton.
Salah satu peternak di Desa Nglanjuk, Nonot, menyebutkan bahwa sapi dengan harga ekonomis menjadi yang paling banyak diburu pembeli. Harga sapi jenis ini berkisar di angka Rp25 juta, sedangkan sapi dengan kualitas lebih tinggi bisa mencapai Rp50 juta per ekor.
Baca juga: Tuban Krisis Pejabat Definitif, Ratusan Sekolah hingga Jabatan Eselon II Diisi Plt
“Permintaan mulai naik sejak awal bulan ini. Sapi dengan harga ekonomis paling cepat laku,” ujar Nonot saat ditemui di kandangnya, Jumat (23/5/2025).
Menurut Nonot, seluruh sapi yang ia jual telah dipastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Untuk menjaga kondisi dan bobot sapi tetap ideal hingga hari pengiriman, ia rutin memberikan pakan bergizi seperti singkong, pisang, konsentrat, dan rumput hijau.
Baca juga: Cegah Data Tak Valid, DPRD Tuban Dorong Pemberian Insentif Petugas Survei DTSEN 2026
Selain menjual sapi kelas ekonomis, Nonot juga menawarkan sapi jumbo dengan bobot mencapai 1 kwintal lebih. Dari total 30 ekor sapi yang ia miliki, sebanyak 18 ekor telah terjual.
Dijelaskan, pengiriman hewan kurban ke tangan pelanggan dilakukan mulai dua hari sebelum hingga satu hari menjelang Idul Adha.
Baca juga: Jemput Bola ke Desa, Blora Kebut Penanganan TBC Secara Massal
"Kemudian selama masa penitipan, perawatan dan pakan sapi ditanggung sepenuhnya oleh pihak peternak," pungkasnya.
Editor : Ma'rifah Nugraha