Blora, MEMANGGIL.CO - Momen kedatangan sapi kurban bantuan Presiden RI di Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora berubah menjadi kepanikan setelah sapi berbobot 1,1 ton itu mendadak lepas kendali dan mengamuk saat hendak diturunkan dari truk pengangkut, Selasa (26/5/2026).
Sapi jumbo bantuan Presiden Prabowo Subianto tersebut semula hendak dibawa menuju halaman Masjid Al Ikhlas untuk persiapan penyembelihan Iduladha. Namun baru beberapa saat diturunkan, sapi tiba-tiba berlari liar hingga menyeret empat warga yang memegang tali pengaman.
Warga yang berada di sekitar lokasi sontak berhamburan menyelamatkan diri. Beberapa panitia kurban bahkan sempat kewalahan mengendalikan sapi berukuran besar tersebut karena tenaga yang sangat kuat.
Situasi sempat menegangkan lantaran sapi berlari di area sekitar masjid dan mendekati permukiman warga. Beruntung, sapi akhirnya berhasil dijinakkan tanpa menimbulkan korban luka.
Kejadian itu langsung menjadi perhatian warga sekitar karena ukuran sapi yang tidak biasa. Dengan bobot mencapai 1,1 ton, sapi bantuan presiden tersebut menjadi salah satu hewan kurban terbesar yang pernah diterima warga Desa Kawengan.
Program bantuan sapi kurban Presiden RI sendiri merupakan bagian dari penyaluran hewan kurban nasional pada Iduladha 2026 yang bersumber dari APBN. Secara nasional pemerintah menyalurkan 1.098 sapi kurban dengan total anggaran mencapai Rp100 miliar.
Untuk wilayah Blora, sapi tersebut dibeli dari peternak lokal sebelum dikirim ke Desa Kawengan.
Keesokan harinya, proses penyembelihan berlangsung lebih ketat dengan melibatkan banyak warga guna mengantisipasi sapi kembali mengamuk.
Panitia kurban Masjid Al Ikhlas, Karyono mengatakan, proses penyembelihan melibatkan 15 jagal dan sekitar 60 panitia pencacahan daging.
“Karena sapinya besar, kami siapkan banyak tenaga agar proses penyembelihan berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada 850 kepala keluarga di Desa Kawengan dengan sistem distribusi langsung ke rumah warga.
“Total penerima manfaat ada 850 KK dan pembagian dilakukan langsung ke rumah-rumah warga,” jelasnya