MEMANGGIL.CO — Suasana hangat terpancar di ruang kerja Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Senin (6/10/2025).
Dua mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Khozinatul Ulum (IAIKU) Blora, yakni Anif Latifah Nurainiah dan Lia Khoirotun Nisa’, mendapat kehormatan diterima langsung dalam rangka kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2025.
Baca juga: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Dunia Soroti Peran Diplomasi RI
Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial. Bagi keduanya, kesempatan itu menjadi momentum berharga untuk memahami bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an diimplementasikan dalam kebijakan publik dan pelayanan umat.
"Mahasiswa tafsir tidak hanya perlu memahami teks, tetapi juga harus mampu menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam konteks sosial, kebijakan, dan pelayanan umat,” pesan H. Gugun Gumilar penuh makna.
Ia menegaskan bahwa pengalaman belajar di Kementerian Agama menjadi sarana strategis untuk membangun perspektif Qur’ani dalam menghadapi tantangan kebangsaan.
Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Mufid, Lc., M.S.I., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Dekan Fakultas Ushuluddin IAI Khozinatul Ulum Blora, mengapresiasi penerimaan hangat dari pihak Kementerian Agama.
Baca juga: Pecahkan Rekor! Jaehyun BOYNEXTDOOR Jadi Idol Tersibuk 2025 dengan 492 Jadwal, Fans Malah Khawatir?
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PPL di instansi pemerintah pusat merupakan wujud nyata sinergi antara akademisi dan birokrasi keagamaan.
"Kampus berupaya menanamkan nilai moderasi beragama melalui praktik langsung, agar mahasiswa memiliki pengalaman empiris sekaligus tanggung jawab moral dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Prof. Mufid juga berharap, kerja sama antara IAI Khozinatul Ulum Blora dan Kementerian Agama RI dapat terus berlanjut dalam bentuk program magang, penelitian kolaboratif, dan pengabdian masyarakat berbasis living Qur’an.
Baca juga: Blora: Kota Kecil dengan Banyak Julukan (dan Cerita di Baliknya)
Program PPL ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir untuk mengimplementasikan teori akademik ke dalam konteks nyata birokrasi pemerintahan.
Melalui pengalaman langsung tersebut, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berintegritas, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Editor : Abdul Rohman