Surabaya, MEMANGGIL.CO – Ramadan bukan hanya soal lonjakan konsumsi listrik di jam berbuka dan sahur. Di balik itu, ada risiko teknis yang tak boleh luput dari pengawasan. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memilih bergerak cepat: mempercepat pemeliharaan jaringan backbone 500 kV yang menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas. PLN membidik jalur strategis Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Paiton – Grati #2, tepatnya di Tower 48, yang akhir Februari lalu terdeteksi mengalami penurunan standar kemampuan isolasi pada komponen tension flash.
Jika dibiarkan, komponen kecil ini bisa berdampak besar. Isolator adalah penyekat vital antara bagian bertegangan dan non-tegangan. Gangguan pada titik ini berpotensi memicu instabilitas sistem, bahkan berujung pemadaman meluas di jaringan interkoneksi Jawa-Bali.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan percepatan pemeliharaan dilakukan untuk menutup celah risiko menjelang periode krusial Ramadan.
“Kegiatan pemeliharaan ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keandalan sistem transmisi, terutama menjelang masa krusial seperti Ramadan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).
Yang menarik, proses penggantian dilakukan tanpa memadamkan aliran listrik. Sebanyak 14 personel tim Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) bersama 6 personel regu pemeliharaan UPT Probolinggo diterjunkan untuk melakukan pekerjaan teknis di jaringan 500 kV dalam kondisi tetap menyala.
Metode PDKB memungkinkan komponen diganti dalam keadaan bertegangan, sehingga pelanggan tidak terdampak pemadaman. Strategi ini menjadi krusial mengingat beban listrik selama Ramadan biasanya melonjak, terutama pada waktu berbuka, tarawih, hingga sahur.
PLN menyadari, satu gangguan di jaringan backbone 500 kV bukan sekadar gangguan lokal. Jalur ini merupakan urat nadi transmisi daya antar pembangkit besar dan pusat beban di Jawa-Bali. Stabilitasnya menentukan keandalan pasokan listrik lintas wilayah.
Melalui penggantian isolator tension flash di jalur Paiton – Grati, PLN memastikan sistem interkoneksi tetap dalam kondisi prima. Perusahaan juga mengklaim telah menyiagakan personel serta melakukan pemantauan intensif selama Ramadan guna mengantisipasi potensi gangguan.
Ramadan tahun ini, listrik diharapkan tak hanya cukup, tetapi juga andal. Sebab bagi jutaan pelanggan, lampu yang tetap menyala saat tarawih bukan sekadar soal energi melainkan jaminan kenyamanan beribadah.