Blora, MEMANGGIL.CO - Awal bulan suci Ramadan dalam kalender Masehi diperkirakan terus bergeser lebih awal sekitar 10 hingga 12 hari setiap tahunnya.
Pergeseran ini terjadi karena perbedaan sistem penanggalan antara kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan dan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari.
Berdasarkan perhitungan tersebut, tahun 2030 diprediksi akan mengalami fenomena langka, yakni dua kali bulan Ramadan dalam satu tahun Masehi.
Ramadan pertama diperkirakan dimulai pada awal Januari, sementara Ramadan kedua diperkirakan jatuh pada akhir Desember 2030.
Mengapa Ramadan Terus Maju?
Kalender Hijriah memiliki jumlah hari sekitar 354–355 hari per tahun, lebih pendek dibanding kalender Masehi yang berjumlah 365 hari.
Selisih inilah yang menyebabkan awal Ramadan selalu maju sekitar 10–12 hari setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Perkiraan Awal Ramadan dari Tahun ke Tahun
(Berdasarkan pola pergeseran kalender Hijriah)
• 2020 (1441 H): 24 April
• 2021 (1442 H): 13 April
• 2022 (1443 H): 3 April
• 2023 (1444 H): 23 Maret
• 2024 (1445 H): 12 Maret
• 2025 (1446 H): 1 Maret
• 2026 (1447 H): 18 Februari (perkiraan)
• 2027 (1448 H): 8 Februari (perkiraan)
Fenomena Ramadan Dua Kali di Tahun 2030
Berdasarkan perhitungan pergeseran sekitar satu setengah bulan dalam satu dekade, pada tahun 2030 diprediksi terjadi dua Ramadan:
• Ramadan I: sekitar 5–6 Januari 2030
• Ramadan II: sekitar 26 Desember 2030
Fenomena ini bukan hal baru dalam sistem kalender Hijriah dan pernah terjadi di masa lalu, meski jarang disadari masyarakat luas.
Data Perkiraan Ramadan & Idul Fitri (2025–2040)
• Tahun 2025, awal puasa Ramadan diperkirakan jatuh pada 1 Maret 2025, sementara Idul Fitri diperkirakan berlangsung pada 31 Maret 2025.
• Tahun 2026, Ramadan diperkirakan dimulai lebih awal, yakni pada 18 Februari 2026, dengan Idul Fitri sekitar 20 Maret 2026.
• Tahun 2027, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 8 Februari 2027, dan Idul Fitri pada 10 Maret 2027.
• Tahun 2028, Ramadan diperkirakan dimulai pada 28 Januari 2028, sedangkan Idul Fitri sekitar 27 Februari 2028.
• Tahun 2029, awal puasa Ramadan diperkirakan pada 16 Januari 2029, dengan Idul Fitri jatuh pada 15 Februari 2029.
• Tahun 2030, fenomena unik terjadi karena Ramadan diperkirakan berlangsung dua kali dalam satu tahun Masehi. Ramadan pertama diperkirakan dimulai pada 6 Januari 2030 dan berakhir dengan Idul Fitri pada 5 Februari 2030.
• Masih di tahun 2030, Ramadan kedua diperkirakan dimulai pada 26 Desember 2030, dengan Idul Fitri yang jatuh pada 25 Januari 2031.
• Tahun 2031, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 15 Desember 2031, sementara Idul Fitri pada 14 Januari 2032.
• Tahun 2032, Ramadan diperkirakan dimulai pada 4 Desember 2032, dengan Idul Fitri sekitar 3 Januari 2033.
• Tahun 2033, awal Ramadan diperkirakan pada 22 November 2033, sedangkan Idul Fitri jatuh pada 23 Desember 2033.
• Tahun 2034, Ramadan diperkirakan dimulai pada 11 November 2034, dengan Idul Fitri sekitar 12 Desember 2034.
• Tahun 2035, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 2 November 2035, dan Idul Fitri pada 2 Desember 2035.
• Tahun 2036, Ramadan diperkirakan dimulai pada 21 Oktober 2036, sementara Idul Fitri jatuh pada 20 November 2036.
• Tahun 2037, awal Ramadan diperkirakan pada 11 Oktober 2037, dengan Idul Fitri sekitar 10 November 2037.
• Tahun 2038, Ramadan diperkirakan dimulai pada 29 September 2038, dan Idul Fitri pada 30 Oktober 2038.
• Tahun 2039, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 19 September 2039, sementara Idul Fitri pada 19 Oktober 2039.
• Tahun 2040, Ramadan diperkirakan dimulai pada 8 September 2040, dengan Idul Fitri jatuh pada 8 Oktober 2040.
Meski perhitungan astronomi dapat memberikan gambaran jauh hari, penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia tetap menunggu keputusan pemerintah, yang dilakukan melalui:
Rukyatul Hilal (pengamatan langsung bulan sabit) dan Hisab (perhitungan astronomis).
Keputusan tersebut diumumkan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama RI.
Editor : Redaksi