Diserbu Wisatawan Saat Tahun Baru, Klurak Eco Park Pacet Catat Lonjakan Pengunjung

Reporter : Siswoyo Zies
Lokasi Klurak Eco Park yang berfasilitas seperti Omah Gubug.(Zies/Memanggil.co)

Mojokerto, MEMANGGIL.CO – Arus kunjungan wisata di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, melonjak tajam selama libur akhir tahun 2025–2026. Salah satu destinasi yang merasakan dampaknya adalah Klurak Eco Park di Desa Kembangbelor, yang mencatat peningkatan jumlah wisatawan signifikan, terutama saat puncak pergantian tahun.

Pengelola mencatat, malam Tahun Baru menjadi momen dengan kunjungan tertinggi. Ribuan wisatawan memilih merayakan pergantian tahun di tengah suasana alam terbuka dengan hawa sejuk khas lereng pegunungan Pacet.

Petugas Reservasi Klurak Eco Park, Debora Fenny, menyampaikan bahwa antusiasme pengunjung pada libur akhir tahun kali ini jauh melampaui periode liburan sebelumnya. Lonjakan paling terasa terjadi pada 31 Desember 2025.

“Jumlah pengunjung naik drastis. Pada malam pergantian tahun saja, yang masuk ke area wisata hampir menyentuh angka 900 orang. Ini jauh lebih ramai dibandingkan libur akhir tahun sebelumnya,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan tersebut tidak terlepas dari strategi pengelola yang menghadirkan berbagai agenda hiburan. Event yang dikemas bernuansa budaya dan musik dinilai efektif menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

“Kami menyiapkan rangkaian acara khusus. Di tanggal 1 Januari, misalnya, ada pertunjukan reog dan musik keroncong. Respons pengunjung sangat positif, tiket pun terjual tinggi,” katanya.

Tak hanya ramai saat libur panjang, Klurak Eco Park juga tetap diminati pada hari biasa. Rata-rata kunjungan harian mencapai sekitar 500 orang. Konsep wisata alam terpadu menjadi keunggulan utama, dengan beragam fasilitas yang cocok untuk keluarga, komunitas, hingga wisatawan muda.

Destinasi ini menyediakan area camp ground, playground, kolam renang, serta layanan penyewaan tenda. Pilihan menginap pun beragam, mulai dari camping mandiri, glamping, hingga hunian bernuansa tradisional. Untuk glamping, tersedia tipe deck dan eksklusif.

“Kami juga menambah fasilitas seperti River Side Camp dan Omah Gubug. Tarifnya bervariasi, mulai Rp175 ribu sampai Rp250 ribu per malam,” jelas Fenny.

Bagi pengunjung yang membawa tenda sendiri, tarif papak tenda dipatok mulai Rp20 ribu hingga Rp100 ribu, menyesuaikan ukuran dan titik lokasi. Sementara harga tiket masuk (HTM) ditetapkan Rp17 ribu per orang. Adapun penyewaan tenda berkisar antara Rp90 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung kapasitas dan fasilitas.

Salah satu wisatawan asal Surabaya, Nabil (19), mengaku mengetahui Klurak Eco Park dari media sosial dan tertarik dengan konsep alam yang ditawarkan. Ia bahkan telah dua kali berkunjung ke lokasi tersebut.

“Saya awalnya lihat di TikTok. Dari situ kelihatan tempatnya alami dan nyaman. Akhirnya saya datang, dan sekarang sudah yang kedua kalinya,” tuturnya.

Datang bersama tujuh orang temannya, Nabil memilih menginap di Omah Gubug. “Kalau rame-rame lebih cocok Omah Gubug, muat banyak dan suasananya enak,” katanya.

Menurutnya, daya tarik utama Klurak Eco Park terletak pada suasana alam yang masih asri dan jauh dari kebisingan kota. “Di sini lebih tenang, sejuk, dan pas buat kumpul bareng. Itu yang bikin pengin balik lagi,” ujarnya.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru