Blora, MEMANGGIL.CO - Sebuah foto mobil tangki minyak berwarna putih-biru beredar di salah satu grup WhatsApp usai terjadinya kebakaran pada tampungan minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Selasa (6/1/2026).
Beredarnya foto tersebut kembali memantik perhatian publik terhadap aktivitas pengolahan minyak di wilayah tersebut.
Baca juga: Bukan Sumur Meledak, Kebakaran di Gandu Blora Dipicu Rembesan Minyak dan Konsleting Listrik
Patut diduga, aktivitas penambangan sumur minyak ilegal di sana masih berjalan bebas alias los dol dibiarkan oleh pejabat yang berwenang tanpa ada pencegahan secara total, meskipun bahaya mengintai.
Kobaran Api Berhasil Dikendalikan
Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora bersama unit Pemadam Kebakaran Satpol PP, Polsek Bogorejo, dan unsur pemerintah kecamatan langsung bergerak menuju lokasi. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai merembet ke pemukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Blora melalui TRC BPBD Blora, Agung Tri, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi saat warga melakukan aktivitas pengambilan minyak menggunakan mesin diesel.
Baca juga: Pemuda Gandu Solid, Bantu Pulihkan Warga Terdampak Kebakaran Sumur MinyakÂ
“Diduga muncul percikan api dari mesin sehingga menyulut api dan memicu kebakaran pada tampungan minyak,” terangnya, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, penanganan dilakukan cepat dan terukur. Tim gabungan melakukan pemadaman serta pengamanan area agar kejadian tidak berkembang menjadi insiden yang lebih besar.
“Dalam penanganan kejadian ini dilaporkan tidak ada kendala berarti. Api berhasil dikendalikan dan situasi kembali aman,” jelasnya.
Baca juga: Pemdes Gandu dan PMI Blora Salurkan 245 Bantuan pada Warga Terdampak Kebakaran
Agung Tri menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pemadaman dan penanganan kebakaran di Gandu.
Melalui kejadian ini, BPBD kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada aktivitas yang berkaitan dengan bahan mudah terbakar.
“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama sangat penting untuk meminimalisir risiko kejadian serupa,” tandasnya
Editor : Redaksi