Belum Menyerah di Liga 4 Jawa Tengah, Kekalahan dari PSIR Jadi Titik Uji Mental Persikaba Blora

memanggil.co
Persikaba Blora ketika menelan kekalahan melawan PSIR Rembang dengan skor 2-3 di Stadion Kridaloka Jepon. (Memanggil.co/Ist)

Blora, MEMANGGIL.CO - Kekalahan memang meninggalkan luka, tetapi bagi tim yang sedang membangun, ia juga menjadi cermin untuk bercermin dan berbenah. Itulah situasi yang kini dihadapi Persikaba Blora, setelah harus mengakui keunggulan PSIR Rembang dalam lanjutan kompetisi Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026. Skor tipis 2 - 3 di Stadion Kridaloka Blora, Minggu (11/1/2026), menjadi hasil yang pahit, namun belum mematikan harapan.

Laga tersebut berlangsung dalam tensi tinggi. Persikaba tampil penuh semangat di hadapan pendukungnya sendiri, berusaha mengimbangi permainan cepat PSIR. Meski sempat bangkit dan memberikan perlawanan sengit, hasil akhir belum berpihak kepada Laskar Aryo Penangsang.

Baca juga: Belajar dari Blora: Ketika Partai Dipimpin Anak Muda dan Regenerasi Menjadi Keniscayaan

Kekalahan ini pun menjadi ujian mental pertama Persikaba di fase grup, sekaligus pengingat bahwa jalan kembali ke panggung sepak bola Jawa Tengah tidak pernah mudah. Namun di balik hasil pertandingan, optimisme justru tetap dijaga.

Manajer Persikaba Blora, Muhammad Imroni, menegaskan bahwa kekalahan ini bukan alasan untuk menundukkan kepala terlalu lama. Menurutnya, kompetisi masih panjang dan peluang belum tertutup.

“Kami dari manajemen mengucapkan terima kasih kepada seluruh suporter, Forkopimda, dan masyarakat Blora yang telah memberi dukungan luar biasa. Kami mohon maaf karena hasilnya belum sesuai harapan, tapi perjuangan ini belum selesai,” ujar Imroni, ditulis Rabu (14/1/2026). 

Ia menegaskan, Persikaba masih memiliki tiga pertandingan tersisa di fase grup. Dua di antaranya akan dilakoni di laga tandang, sementara satu laga kandang menjadi kesempatan terakhir untuk memaksimalkan dukungan publik Blora.

“Ke depan tentu akan ada evaluasi. Masih ada tiga laga. Kalau kita bisa mencuri poin dan menang minimal dua pertandingan, peluang lolos itu masih ada. Kami tetap optimistis,” tegasnya.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Persaingan di Grup A Liga 4 Jawa Tengah tergolong ketat. Selisih poin antar tim relatif tipis, sehingga perubahan klasemen bisa terjadi hanya dalam satu pertandingan. Kondisi ini membuat setiap laga ke depan bernilai seperti final bagi Persikaba.

Bagi manajemen, kekalahan dari PSIR justru membuka ruang refleksi. Aspek kesiapan fisik, kedalaman skuad, efektivitas lini depan, hingga konsentrasi lini belakang menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi.

Baca juga: Sederet Nama Bermunculan, Senyap PKB Blora Mulai Retak Jelang Muscab

Namun lebih dari itu, Imroni menekankan pentingnya mental bertanding dalam kemampuan untuk bangkit, tetap percaya diri, dan tidak terjebak dalam tekanan hasil.

Dukungan publik Blora menjadi faktor krusial. Sepanjang pertandingan, tribun Stadion Kridaloka tak pernah benar-benar sunyi. Sorakan dan nyanyian suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.

“Api semangat dari suporter luar biasa, bahkan di luar ekspektasi kami. Ini modal penting bagi kebangkitan sepak bola Blora. Kami berharap dukungan ini terus ada sampai laga terakhir,” kata Imroni.

Kembalinya Persikaba ke kompetisi resmi setelah vakum cukup lama memang membawa ekspektasi besar. Liga 4 Jawa Tengah musim ini menjadi panggung awal kebangkitan, sekaligus ruang pembelajaran. Bagi klub, hasil bukan satu-satunya ukuran.

Baca juga: Dorong SDM Unggul, Bupati Blora Ajak IMPARA UNNES Jadi Duta Budaya dan Penggerak Promosi Daerah

Proses membangun tim, menata manajemen, serta menghidupkan kembali gairah sepak bola Blora menjadi misi jangka panjang yang tengah dirintis.

Kekalahan dari PSIR Rembang tidak dipandang sebagai akhir cerita, melainkan bab penting dalam perjalanan. Dalam sepak bola, tim besar bukanlah tim yang tak pernah kalah, melainkan tim yang mampu bangkit setelah terjatuh.

Persikaba kini dihadapkan pada pilihan yaitu tenggelam dalam kekecewaan, atau menjadikan kekalahan sebagai bahan bakar perlawanan. Dengan sisa pertandingan yang ada, Laskar Aryo Penangsang masih memiliki kesempatan membalikkan keadaan untuk menunjukkan bahwa Blora bukan sekadar penggembira, tetapi penantang yang patut diperhitungkan di Liga 4 Jawa Tengah.

Di lapangan hijau, harapan belum benar-benar padam. Dan selama peluit akhir belum dibunyikan, perjuangan Persikaba Blora masih terus berlanjut.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru