Ringkasan Buku Broken Strings: Cerita Child Grooming yang Dialami Aurelie Moeremans

Reporter : Nugraheni Tri Cahyaningtyas
Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans (Foto: Aurelie Moeremans)

Blora, MEMANGGIL.CO - Aktris cantik Aurelie Moeremans baru saja merilis sebuah memoar yang sangat berani berjudul Broken Strings. Buku ini bukan sekadar cerita biasa, melainkan pengakuan jujur Aurelie mengenai masa remajanya yang kelam karena menjadi korban child grooming.

Melalui Instagram pribadinya, Aurelie membagikan buku ini secara gratis sebagai bentuk ruang penyembuhan bagi sesama penyintas. Berdasarkan ringkasan yang sedang viral di Threads dari akun @noraanggun, terungkap betapa beratnya penderitaan yang dialami Aurelie sejak usia 15 tahun.

Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dalam buku Broken Strings:

• Grooming di Usia Belia: Aurelie mulai di-grooming (dimanipulasi oleh orang dewasa untuk tujuan pelecehan) saat usianya masih 15 tahun oleh seorang pria dewasa berinisial B yang saat itu berumur 29 tahun.

• Ancaman Foto Syur: Aurelie dimanipulasi dan diancam agar mau mengirim foto telanjangnya. Foto inilah yang kemudian dijadikan senjata oleh B untuk memaksa Aurelie menuruti segala kemauannya.

• Kekerasan Seksual: Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan bahwa kegadisannya direnggut dengan cara yang kasar.

• Dijauhkan dari Orang Tua: Si B memanipulasi situasi agar hubungan Aurelie dengan ibunya memburuk. Akibat konflik yang diciptakan itu, Aurelie akhirnya nekat minggat ke rumah B.

• Dipaksa Menjadi Pembantu: Di rumah B, Aurelie justru dijadikan seperti asisten rumah tangga. Ia harus mencuci baju orang serumah, termasuk baju B dan orang tua B. Ia juga dipaksa menyapu, mengepel, hingga cuci piring. Satu-satunya hal yang ia syukuri saat itu hanyalah tidak harus mencuci baju kakak ipar B.

• Kesehatan Menurun Drastis: Karena beban kerja fisik yang berat dan stres yang luar biasa, Aurelie mengalami haid terus-menerus selama hampir lebih dari 2 bulan. Hal menyedihkan ini terjadi saat usianya bahkan belum genap 18 tahun.

• Eksploitasi Keuangan: B akhirnya mengizinkan Aurelie syuting kembali dengan alasan agar tidak stres. Namun kenyataannya, semua uang hasil kerja keras Aurelie di sinetron ditransfer langsung ke rekening B.

• Pernikahan Paksa yang Tidak Sah: Aurelie dipaksa melakukan pernikahan di gereja. Belakangan terungkap bahwa pernikahan itu tidak sah secara aturan karena melompati banyak prosedur, salah satunya proses kanonik.

• Kebohongan demi Melindungi Diri: Saat haidnya sudah berhenti, Aurelie terpaksa berbohong dan mengatakan masih haid agar tidak dipaksa berhubungan. Ia bahkan sampai mengoleskan saos dan sedikit kecap ke pembalutnya supaya terlihat seperti darah, meski hal itu membuat area sensitifnya terasa sangat perih. Nahasnya, saat kebohongannya ketahuan, ia tetap dipaksa berhubungan.

• Kekerasan Fisik dan Verbal: Selama hidup dalam "pernikahan" yang tidak sah itu, Aurelie sering diludahi. Tak hanya itu, ia juga berkali-kali dipukul di wajah dan lengannya.

• Sifat Superior Pelaku: B selalu merasa lebih hebat dari Aurelie. Bahkan ketika ada penggemar yang datang, B sering mengeklaim bahwa itu adalah penggemarnya, padahal sebenarnya mereka adalah penggemar Aurelie.

• Sabotase Karier dengan Tato: Aurelie sempat ditawari mengikuti ajang kecantikan (Miss) oleh seorang petinggi. Karena takut Aurelie akan menjadi mandiri dan membangkang, B melarangnya ikut. B sengaja memaksa Aurelie membuat tato di kaki karena peserta ajang tersebut dilarang bertato. Ia bahkan menyewa wartawan untuk meliput proses pembuatan tato itu agar karier Aurelie di ajang tersebut benar-benar tertutup.

Aurelie berharap buku ini bisa menjadi cermin bagi banyak orang agar lebih waspada terhadap praktik grooming dan manipulasi dalam hubungan. Kini, kisah hidupnya yang penuh haru ini pun dikabarkan tengah dilirik oleh banyak rumah produksi untuk diangkat ke layar lebar.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru