Ketika Seragam Itu Memanggil: SIPSS Polri 2026 Kembali Dibuka untuk Para Sarjana

Reporter : Redaksi
Pamflet tentang SIPSS Polri 2026 Kembali Dibuka untuk Para Sarjana. (Memanggil.co/Ist)

Semarang, MEMANGGIL.CO - Tidak semua panggilan hidup datang lewat suara. Sebagian datang lewat pilihan. Lewat formulir pendaftaran. Lewat pertanyaan sederhana yang sering muncul diam-diam: ingin jadi apa setelah lulus?

Awal 2026 ini, Kepolisian Republik Indonesia kembali membuka satu pintu yang sejak lama menjadi impian banyak sarjana: Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Polri 2026. Sebuah jalur khusus bagi mereka yang ingin mengabdikan ilmu, bukan hanya mengejar gelar.

Pendaftaran resmi dibuka sejak 15 Januari 2026. Tanpa seremoni besar, tanpa panggung megah. Hanya satu pengumuman yang segera menyebar, yakni kesempatan itu kembali ada. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, waktunya singkat. Hingga 22 Januari 2026, para pelamar diberi ruang untuk memutuskan ikut mencoba atau melewatkan.

Bagi banyak orang, SIPSS bukan sekadar jalur masuk Polri. Ia adalah jalan cepat menuju tanggung jawab besar. Para lulusan yang lolos nantinya akan menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, tempat seragam tidak hanya dikenakan, tapi dipahami maknanya. Di sana, para sarjana akan belajar bahwa menjadi perwira bukan tentang pangkat lebih dulu, melainkan kesiapan memimpin dan melayani.

Yang membuat SIPSS selalu menarik adalah keragamannya. Polri tidak hanya mencari mereka yang berlatar belakang hukum. Tahun ini, kebutuhan mencakup berbagai disiplin ilmu dari teknik, teknologi informasi, kesehatan, psikologi, hingga bidang-bidang strategis lain yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan keamanan modern. Dunia berubah, dan Polri pun menyesuaikan diri.

Namun, kesempatan ini juga datang dengan syarat yang tegas. Usia dibatasi. Fisik diuji. Mental ditempa. Untuk lulusan S1 dan D4, batas usia maksimal 26 tahun. S1 profesi hingga 28 tahun. S2 hingga 30 tahun. Sementara dokter spesialis masih diberi ruang hingga usia 40 tahun. Tinggi badan pun menjadi syarat dasar, bukan untuk menghalangi, tetapi memastikan kesiapan menjalani pendidikan yang berat.

Di balik angka-angka itu, ada realitas yang jarang dibicarakan: SIPSS adalah jalur seleksi yang kompetitif dan menuntut kesungguhan. Tidak cukup pintar. Tidak cukup kuat. Yang dicari adalah keseimbangan. Antara logika dan empati. Antara disiplin dan nurani.

Mereka yang lolos nantinya tidak langsung menjadi “polisi lapangan” seperti yang sering dibayangkan. Para lulusan SIPSS akan ditempatkan sesuai keahlian, mengisi ruang-ruang strategis di tubuh Polri. Ada yang bekerja di balik layar, ada yang terjun langsung ke masyarakat. Semua membawa satu misi, yakni membuat kehadiran negara terasa lebih dekat.

Kelulusan dari SIPSS akan mengantarkan peserta pada pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Namun pangkat hanyalah awal. Setelahnya, karier panjang menanti, penuh dinamika dan tuntutan profesionalisme. Tidak ada jaminan kemudahan, selain satu hal, kesempatan untuk berkontribusi secara nyata.

Bagi para sarjana yang masih menimbang arah hidup, SIPSS Polri 2026 mungkin bukan jawaban untuk semua orang. Tapi bagi mereka yang merasa terpanggil oleh pengabdian, oleh tanggung jawab, oleh keinginan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, pintu itu kini terbuka.

Dan seperti semua panggilan hidup, ia tidak akan menunggu terlalu lama. Demikian informasi penerimaan SIPSS Polri 2026 yang dimulai 15 Januari 2026. Informasi selengkapnya bisa diakses di https://penerimaan.polri.go.id/. Semoga bermanfaat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru