Tuban, MEMANGGIL.CO – Komitmen mewujudkan Indonesia swasembada pangan kembali ditegaskan Anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi. Hal itu sejalan dengan program besar yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mendorong penguatan sektor pertanian, perikanan, dan kelautan sebagai fondasi kemandirian bangsa.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama bertajuk “Ramadan Produktif Perkuat Ketahanan Pangan” bersama tokoh masyarakat, para penyuluh pertanian, perikanan, dan kelautan Kabupaten Tuban.

Kegiatan yang digelar di Joglo Semanding, Minggu (1/3/2026), itu berlangsung hangat sekaligus sarat pesan strategis.

Bagi legislator Fraksi Partai Golkar tersebut, bulan suci Ramadhan bukan hanya momentum meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat etos kerja dan produktivitas, khususnya di sektor pangan.

“Ramadan harus menjadi energi untuk semakin produktif. Ketahanan pangan adalah pondasi utama kemandirian bangsa. Karena itu, penyuluh, petani, dan nelayan harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kelautan, dan perikanan, ia menilai peran penyuluh sangat strategis. Mereka menjadi ujung tombak dalam mentransfer teknologi, inovasi, sekaligus menjembatani berbagai kebijakan pemerintah kepada petani dan nelayan.

"Tanpa pendampingan yang kuat, berbagai program bantuan dan subsidi dinilai tidak akan berjalan optimal, makanya kita harus bersinergi untuk kepentingan masyarakat," ungkap Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur ini.

Sate Pak Rizki

Di sektor pertanian, ia mendorong peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, optimalisasi lahan, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Sementara di sektor kelautan dan perikanan, modernisasi alat tangkap, penguatan budidaya, hingga kemudahan akses permodalan bagi nelayan dan pembudidaya ikan pesisir menjadi perhatian utama.

Baginya, Kabupaten Tuban sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian dan perikanan yang besar di Jawa Timur. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan pangan, terlebih saat kebutuhan masyarakat meningkat menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri.

Eko Wahyudi pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh lapangan, hingga kelompok tani dan nelayan, untuk memperkuat kolaborasi.

Ketahanan pangan, menurutnya, bukan semata tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari desa.

“Kalau petani sejahtera dan nelayan kuat, maka ketahanan pangan daerah akan kokoh. Dari Tuban untuk Indonesia,” pungkasnya.